https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Akselerasi Swasembada Pangan, Pusat PVTPP Optimalisasi 142 Pompa Air

Aliyudin Sofyan | Kamis, 20/08/2026 14:45 WIB



142 unit pompa tidak sekadar menjadi bantuan sarana, tetapi benar-benar dioperasikan dan dikawal pemanfaatannya untuk mendukung percepatan LTT.  Bantuan pompa air untuk petani Sukabumi, Jawa Barat. Foto: pvtpp/jurnas.com

SUKABUMI, Jurnas.com – Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (Pusat PVTPP) Kementerian Pertanian memperkuat dan mengakselerasi pelaksanaan swasembada pangan berkelanjutan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terutama dalam menghadapi dampak kekeringan, melalui penguatan koordinasi, percepatan tanam, serta optimalisasi dukungan 142 unit pompa air.

Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Evaluasi dan Koordinasi Swasembada Pangan Berkelanjutan Kabupaten Sukabumi di Ujung Genteng, Kamis (20/8/2026), yang dihadiri Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Kepala UPTD Pertanian Wilayah I–VII, UPTD Penyuluhan, Koordinator BPP, penyuluh, jajaran Dinas Pertanian, serta Pusat PVTPP.

Penanggung Jawab Swasembada Pangan Berkelanjutan Kabupaten Sukabumi dan juga Kepala Pusat PVTPP Indra Zakariya Rayusman menegaskan bahwa swasembada pangan harus dibangun secara berkelanjutan dengan mengantisipasi dampak perubahan iklim, khususnya kekeringan.

Baca juga :
Hukum Menafkahi Anak dan Istri dari Hasil Judi dalam Islam

“Ketika menghadapi kekeringan, kita tidak boleh hanya menunggu kondisi membaik. Kita harus melakukan mitigasi. Salah satunya melalui dukungan pompa air agar lahan yang masih memiliki sumber air dapat segera dimanfaatkan untuk tanam,” ujar Indra.

Ia menekankan agar 142 unit pompa tidak sekadar menjadi bantuan sarana, tetapi benar-benar dioperasikan dan dikawal pemanfaatannya untuk mendukung percepatan LTT. Sinergi pemerintah pusat, daerah, UPTD, BPP, penyuluh, dan petani juga harus diperkuat agar setiap kendala dapat segera diidentifikasi dan ditindaklanjuti.

Baca juga :
Lukaku Bantah Masalah Kebugaran: Napoli Sengaja Boikot Saya

Dalam rapat tersebut, Kepala UPTD Pertanian Wilayah I–VII memaparkan capaian, kendala, dan rencana tindak lanjut di masing-masing wilayah. Pembahasan mencakup ketersediaan air, percepatan LTT, kesiapan lahan, sarana produksi, pelaksanaan PM AAS dan Oplah, serta pengawalan pertanaman. Setiap wilayah didorong memiliki target dan langkah penyelesaian yang jelas dan terukur.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi Aep Majmudin menyampaikan bahwa LTT Kabupaten Sukabumi terus meningkat. LTT 2025 mencapai 192.009 hektare, dibandingkan 182.469 hektare pada 2024. Periode Oktober 2025–Juli 2026 mencapai 168.908 hektare, meningkat 8,84 persen, sedangkan Januari–Juli 2026 mencapai 100.058 hektare, meningkat 12,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca juga :
Berantas TPPO, Komisi XIII Buka Opsi Pembentukan Badan Khusus

Namun, sekitar 25.242 hektare masih terdampak kekeringan, potensi El Nino, dan bencana. Pada Agustus 2026 terdapat potensi tanam 35.678 hektare, dengan kesanggupan LTT sekitar 7.000 hektare. Hingga 19 Agustus, realisasi LTT mencapai 4.430 hektare.

Selain LTT, Kabupaten Sukabumi mengakselerasi PM AAS dengan target 5.981 hektare hingga Desember 2026. CPCL terverifikasi mencapai 1.951,75 hektare di enam wilayah dan 25 kecamatan, sementara realisasi sementara 87,42 hektare. Percepatan juga dilakukan melalui Oplah 2026 dengan CPCL seluas 3.789 hektare yang diarahkan untuk mendukung penanaman September.

“Kita sudah mendapatkan dukungan yang besar. Tantangannya sekarang adalah bagaimana seluruh dukungan tersebut dikonversi menjadi tanam, panen, dan produksi. Karena itu, koordinasi dan sinergi harus semakin kuat, penyuluh hadir mendampingi petani, dan setiap wilayah memiliki target serta langkah nyata,” tegas Indra.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja lapangan, kegiatan juga dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada BPP Kecamatan dan UPTD terbaik periode Oktober 2025–Juli 2026. Penghargaan diberikan atas kontribusi dalam percepatan tanam, pendampingan petani, pengawalan program, dan penguatan koordinasi di tingkat lapangan.

Melalui sinergi lintas sektor, optimalisasi 142 unit pompa, percepatan LTT, PM AAS dan Oplah, serta penguatan peran UPTD, BPP dan penyuluh, Kabupaten Sukabumi diharapkan semakin siap menghadapi kekeringan sekaligus meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan produksi pangan.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Swasembada pangan Indra Zakariya Rayusman Pompa air

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777