Penyerang Napoli, Romelu Lukaku (Foto: Football-Italia)
Istanbul, Jurnas.com - Romelu Lukaku menyatakan bahwa 2025 merupakan periode terburuk dalam hidupnya. Striker asal Belgia tersebut menuduh mantan klubnya, Napoli, sengaja memboikot dirinya dengan menyebut kondisinya tidak fit menjelang kepindahannya ke Fenerbahce.
Lukaku hampir tidak pernah bertanding musim lalu akibat cedera paha serius yang dialaminya pada laga persahabatan kontra Olympiacos pada Agustus 2025.
Proses pemulihannya diwarnai cedera yang berulang hingga perselisihan dengan klub, lantaran ia bersikeras menjalani perawatan di Belgia ketimbang bersama tim medis Napoli.
Di luar lapangan, duka mendalam menghampiri Lukaku setelah sang ayah meninggal dunia pada September 2025. Keluarganya bahkan sempat menjadi korban pemerasan terkait pengembalian jenazah sang ayah agar bisa dimakamkan tepat waktu.
"Itu adalah tahun terburuk dalam hidup saya. Saya memilih meninggalkan Napoli karena mendengar berbagai hal dan keputusan telah dibuat, itu saja. Jika keadaannya seperti itu, lebih baik saya pergi," kata Lukaku dikutip dari football-Italia pada Kamis (20/8).
"Klaim yang menyebut saya tidak fit itu sama sekali tidak benar. Mereka kemungkinan mengatakan hal tersebut di Italia untuk memboikot saya, tetapi saya 100 persen fit dan siap bertanding," dia menambahkan.
Meski sempat terkendala kebugaran, Lukaku tampil sebagai pemain pengganti untuk tim nasional Belgia di ajang Piala Dunia 2026. Dia kemudian merampungkan kepindahannya ke klub Turki, Fenerbahce, dengan nilai transfer dilaporkan mencapai €6 juta ditambah bonus, serta telah mencatatkan debut selama 10 menit melawan Olympique Lyonnais.
"Ini adalah pengalaman baru, tetapi berada di tingkat yang baik. Saya membutuhkan motivasi, jadi ini adalah langkah terbaik bagi saya. Saya ingin terus bermain sekompetitif mungkin di liga yang kuat, bersaing memperebutkan trofi, dan mungkin berlaga di Liga Champions," ujar penyerang 33 tahun tersebut.
Kontrak Lukaku bersama Fenerbahce berpotensi berjalan hingga usianya menginjak 35 tahun apabila opsi perpanjangan diaktifkan musim panas mendatang. Kendati demikian, dia telah memiliki rencana jelas mengenai masa depan kariernya.
"Mudah-mudahan saya bisa menuntaskan dua tahun tersebut, dan setelahnya saya akan pulang ke rumah. Saya dipastikan masih akan fit saat itu. Saya selalu mengatakan bahwa saya ingin terus bermain hingga 2030, termasuk bersama timnas Belgia," kata dia.
Rabu, 19/08/2026 21:36 WIB