Warga Palestina memeriksa lokasi serangan Israel terhadap sebuah rumah di Kota Gaza, 29 Oktober 2025 (Foto: REUTERS)
Gaza, Jurnas.com - Lebih dari 2,15 juta warga Palestina yang terpaksa mengungsi kini hidup dalam kondisi mengenaskan di seluruh penjuru Gaza, di mana lebih dari 867.000 orang di antaranya berteduh di tenda-tenda darurat yang sudah tidak layak huni.
Kantor Media Pemerintah Gaza pada Senin (17/8) melayangkan peringatan keras mengenai ancaman bencana kemanusiaan yang kian dekat seiring menyongsongnya musim dingin, seraya menyoroti bahwa lebih dari setengah juta anak-anak berada di antara populasi yang terpaksa tinggal di dalam tenda-tenda rentan tersebut.
Pemerintah Gaza mendesak komunitas internasional untuk menekan otoritas Israel agar segera mengizinkan masuknya alat berat derek (crane), tenda tahan cuaca, bahan isolasi termal, serta perlengkapan tempat tinggal lainnya ke kawasan yang terisolasi tersebut.
"Situasinya sudah melampaui batas kritis," tulis pernyataan resmi tersebut, seraya menyerukan pembersihan puing-puing bangunan, pemulihan infrastruktur dasar, serta pelindungan bagi kelompok masyarakat yang paling rentan.
Peringatan ini mengemuka saat lembaga-lembaga bantuan kemanusiaan internasional berulang kali menegaskan bahwa warga Gaza mengalami krisis parah akibat kelangkaan makanan, air bersih, dan layanan medis di tengah operasi militer Israel yang terus berlangsung.
Berdasarkan data terdahulu dari Kantor Media Pemerintah, militer Israel telah menghancurkan 90 persen infrastruktur sipil di Jalur Gaza selama perang genosida yang meletus sejak 8 Oktober 2023, di mana Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan total biaya rekonstruksi mencapai sekitar 70 miliar dolar AS.
Selasa, 04/08/2026 14:16 WIB