Direktur Umum PT Pos Indonesia, Daud Joseph saat RDP dengan Komisi VI di Gedung DPR RI, Jakarta (Foto: Tangkapan Layar)
Jakarta, Jurnas.com - Daud Joseph mengundurkan diri dari jabatan direktur utama PT Pos Indonesia meski baru menjabat selama 3 bulan.
Corporate Secretary PT Pos Indonesia (Persero) Iwan Gunawan membenarkan kabar pengunduran diri Daud Joseph, dari jabatannya sebagai Dirut terhitung Kamis (2/7).
"Alasan pengunduran diri adalah murni dari keinginan dan pertimbangan pribadi yang bersangkutan," ujar Iwan dalam keterangan tertulis, Kamis (2/7).
Iwan juga menuturkan bahwa PT Pos Indonesia menghormati segala bentuk keputusan dan apresiasi atas kontribusi Daud dalam menjalankan perusahaan logistik plat merah tersebut.
"PT Pos Indonesia (Persero) menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi, pengabdian, dan kontribusi yang telah diberikan selama memimpin perusahaan," ujarnya.
Meski Daud mundur dari jabatannya, Iwan memastikan bahwa proses operasional perusahaan tetap berjalan sebagaimana mestinya, dan transisi kepemimpinan PT Pos Indonesia akan mengikuti tata kelola yang berlaku.
"PT Pos Indonesia memastikan kegiatan operasional perusahaan tetap berjalan dan tidak mengganggu proses layanan kepada seluruh stakeholder," ujar Iwan.
Diketahui, Daud Joseph tercatat menduduki posisi Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) sejak Maret 2026 melalui penunjukan oleh Danantara Asset Management.
Joseph tercatat pernah menjabat Direktur Operasional dan Keselamatan di PT Transportasi Jakarta, Komisaris Utama di PT Steady Safe Tbk, serta berkarier di PT Triputra Agro Persada Tbk dan PT SMART Tbk (Sinar Mas).
Sebelumnnya, dalam rapat dengan komisi VI DPR RI pada Senin (22/6) lalu, Daud memaparkan bahwa PT Pos Indonesia masih mengandalkan proyek pemerintah dalam menunjang kinerja pendapatan keuangan perusahaan.
Daud mengatakan bahwa pendapatan PT Pos Indonesia mencatatkan pendapatan senilai Rp3,9 triliun atau mengalami penurunan sebanyak 20 persen, dari yang sebelumnya mencapai Rp5 triliun.
"Dari target tahun itu Rp6,2 triliun, dia hanya tercapai sekitar 63 persen saja, kemudian ini mengakibatkan gross profit-nya tidak tercapai dari target Rp2,4 trilun hanya tercapai 1,5 triliun," kata Joseph dalam RDP dengan Komisi VI di Jakarta, Senin (22/6).
Kamis, 02/07/2026 16:54 WIB
Sabtu, 13/06/2026 06:46 WIB