https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

9 Negara yang Menggunakan Dolar AS sebagai Mata Uang Resmi

Vaza Diva | Selasa, 09/06/2026 02:02 WIB



Daftar 9 Negara yang Menggunakan Dolar AS sebagai Mata Uang Resmi. Ilustrasi - sembilan negara yang menggunakan mata uang Dolar AS (Foto: BENOIT PEYRUCQ/AFP)

Jakarta, Jurnas.com - Dolar Amerika Serikat (AS) dikenal luas sebagai mata uang utama dalam transaksi perdagangan internasional sekaligus mata uang cadangan terbesar di dunia.

Namun, tahukah Anda bahwa popularitas greenback tidak hanya sebatas itu?

Banyak negara berdaulat di luar wilayah hukum Amerika Serikat yang memilih melepas mata uang nasional mereka dan meresmikan dolar AS sebagai alat pembayaran yang sah.

Baca juga :
10 Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Menukar Dolar

Fenomena ini dikenal dalam dunia ekonomi sebagai dolarisasi penuh (official dollarization).

Mengutip dari berbagai sumber, terdapat setidaknya sembilan negara berdaulat di luar AS yang menggunakan dolar AS sebagai mata uang resmi mereka.

Baca juga :
8 Alasan Dolar AS Jadi Mata Uang Cadangan Dunia

Langkah ini umumnya diambil demi menekan inflasi yang ekstrem, memulihkan stabilitas makroekonomi setelah krisis hebat, atau karena faktor historis ikatan politik masa lalu.

Daftar 9 Negara yang Menggunakan Dolar AS sebagai Mata Uang Resmi

1. Ekuador

Negara di Amerika Selatan ini resmi melakukan dolarisasi pada tahun 2000. Langkah radikal ini diambil setelah Ekuador dihantam krisis ekonomi hebat yang meruntuhkan nilai mata uang asli mereka sebelumnya, sucre.

Baca juga :
Iran Tuding AS Bertanggung Jawab dalam Serangan Israel di Lebanon

Penggunaan dolar AS terbukti sukses menjinakkan hiperinflasi dan membawa stabilitas ekonomi jangka panjang bagi negara tersebut.

2. El Salvador

Menyusul jejak Ekuador, El Salvador mengadopsi dolar AS sebagai mata uang resmi pada tahun 2001 melalui Undang-Undang Integrasi Moneter.

Kebijakan ini diterapkan untuk mempermudah transaksi perdagangan dengan AS, yang merupakan mitra dagang terbesar mereka, serta menarik investasi asing.

Meskipun kini El Salvador juga meresmikan Bitcoin, dolar AS tetap menjadi alat pembayaran utama yang mendominasi kehidupan sehari-hari warganya.

3. Panama

Panama memiliki sejarah dolarisasi tertua. Negara yang terkenal dengan terusannya ini telah menggunakan dolar AS mendampingi mata uang lokal mereka, balboa, sejak tahun 1904 atau tepat setelah merdeka dari Kolombia. Di Panama, nilai 1 balboa dipatok setara (1:1) dengan 1 dolar AS.

Menariknya, pemerintah setempat tidak mencetak uang kertas balboa sendiri, melainkan hanya menggunakan uang kertas dolar AS untuk transaksi harian, sementara balboa hanya beredar dalam bentuk koin.

4. Timor Leste

Tetangga dekat Indonesia ini memilih menggunakan dolar AS sebagai mata uang resmi tak lama setelah meraih kemerdekaannya.

Sejak tahun 2000, di bawah pemerintahan transisi PBB (UNTAET), dolar AS ditetapkan sebagai alat pembayaran sah untuk memulihkan perekonomian pasca-konflik.

Untuk melengkapinya, Timor Leste menerbitkan koin centavo sendiri yang nilainya setara dengan sen dolar AS untuk memfasilitasi kembalian transaksi kecil.

5. Zimbabwe

Kisah dolarisasi Zimbabwe berakar dari salah satu tragedi hiperinflasi terparah dalam sejarah modern dunia. Pada tahun 2009, mata uang dolar Zimbabwe kehilangan nilainya sama sekali akibat cetak uang massal yang tak terkendali.

Pemerintah akhirnya memutuskan untuk menghentikan penggunaan mata uang lokal dan mengizinkan peredaran mata uang asing secara resmi, dengan dolar AS sebagai tulang punggung utama transaksi domestik mereka hingga hari ini.

6. Palau

Negara kepulauan indah yang terletak di Samudra Pasifik ini tidak menerbitkan mata uangnya sendiri sejak merdeka pada tahun 1994.

Sebagai mantan wilayah perwalian yang diadministrasikan oleh Amerika Serikat pasca-Perang Dunia II, Palau memilih untuk terus mempertahankan dolar AS sebagai mata uang resmi mereka guna menjaga kestabilan ekonomi mikronya.

7. Federasi Mikronesia

Sama seperti Palau, Federasi Mikronesia merupakan negara kepulauan di Pasifik yang dulunya berada di bawah naungan Trust Territory of the Pacific Islands yang dikelola AS.

Ketika memperoleh kemerdekaan penuh, mereka memutuskan untuk tidak repot-repot mencetak mata uang nasional baru dan secara resmi mengadopsi dolar AS sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah.

8. Kepulauan Marshall

Melengkapi jajaran negara Pasifik eks-perwalian AS, Kepulauan Marshall juga meresmikan dolar AS sebagai mata uang nasional mereka sejak tahun 1944.

Ketergantungan ekonomi yang kuat pada bantuan dana serta program kemitraan Compact of Free Association dengan Amerika Serikat membuat penggunaan dolar AS dinilai jauh lebih stabil dan efisien.

9. Kamboja (De Facto yang Sangat Dominan)

Secara hukum (de jure), mata uang resmi Kamboja adalah riel. Namun, secara realitas di lapangan (de facto), sistem ekonomi Kamboja telah mengalami dolarisasi tingkat tinggi sejak tahun 1990-an ketika otoritas PBB (UNTAC) mengalirkan jutaan dolar untuk bantuan kemanusiaan.

Saat ini, hampir semua transaksi besar, harga di supermarket, menu restoran, gaji karyawan swasta, hingga penarikan ATM di Kamboja menggunakan pecahan dolar AS, sementara mata uang riel hanya digunakan sebagai kembalian untuk nominal di bawah 1 dolar AS.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Mata Uang Dolar 18 Ribu Uang Dolar Amerika Serikat

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777