Ilustrasi - ini tiga penyebab persahabatan bisa rusak dalam ajaran Islam (Foto: Pexels/PNW Production)
Jakarta, Jurnas.com - Persahabatan sesama muslim merupakan salah satu anugerah berharga yang diberikan Allah SWT.
Hubungan yang dibangun atas dasar iman dan ketakwaan memiliki nilai yang sangat mulia, sehingga perlu dijaga dengan baik agar tetap harmonis dan langgeng.
Meski demikian, tidak sedikit ikatan persahabatan yang renggang bahkan berakhir karena kesalahan-kesalahan yang sering dianggap sepele.
Islam sendiri mengingatkan umatnya untuk menjauhi berbagai perilaku yang dapat merusak ukhuwah dan menimbulkan permusuhan.
Salah satu penyebab utama retaknya hubungan persahabatan adalah kebiasaan berburuk sangka serta mencari-cari kesalahan sahabat sendiri.
Perilaku ini dapat menumbuhkan ketidakpercayaan dan menghilangkan rasa hormat di antara sesama muslim.
Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا
"Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain." (QS. Al-Hujurat: 12)
Ayat ini menjadi pengingat agar setiap muslim menjaga hati dan lisannya dari prasangka yang tidak berdasar serta tidak mudah membicarakan kekurangan orang lain.
Kesalahan berikutnya yang dapat merusak persahabatan adalah munculnya rasa iri ketika melihat sahabat memperoleh kebahagiaan, kesuksesan, atau nikmat dari Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda:
لَا تَحَاسَدُوا وَلَا تَبَاغَضُوا وَلَا تَدَابَرُوا وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا
"Janganlah kalian saling dengki, saling membenci, saling membelakangi, tetapi jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara." (HR. Muslim)
Hasad hanya akan melahirkan kebencian dan merusak hubungan yang telah terjalin. Karena itu, seorang muslim dianjurkan untuk ikut bergembira atas nikmat yang diterima saudaranya.
Persahabatan yang sehat tidak hanya dibangun atas kebersamaan, tetapi juga kepedulian.
Salah satu bentuk kepedulian tersebut adalah saling menasihati ketika melihat sahabat melakukan kesalahan.
Rasulullah SAW bersabda:
الدِّينُ النَّصِيحَةُ
"Agama adalah nasihat." (HR. Muslim)
Menegur sahabat dengan cara yang lembut dan penuh hikmah merupakan wujud kasih sayang yang sesungguhnya.
Sebaliknya, membiarkan teman terus berada dalam kesalahan tanpa ada upaya mengingatkan bukanlah sikap yang dianjurkan dalam Islam.
Persahabatan yang dibangun karena Allah SWT hendaknya dipelihara dengan kejujuran, ketulusan, dan saling mengingatkan dalam kebaikan.
Dengan menjauhi prasangka buruk, iri hati, dan sikap acuh terhadap kesalahan sahabat, ukhuwah Islamiyah akan semakin kuat dan membawa manfaat hingga kehidupan akhirat.
Jum'at, 29/05/2026 14:53 WIB