https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Asia Carbon Capture 2026, Eddy Soeparno: Indonesia Siap Jadi Hub CCS

Eko Budhiarto | Rabu, 13/05/2026 20:12 WIB



Asia Carbon Capture 2026, Eddy Soeparno: Indonesia Siap Jadi Hub CCS Asia-Pasifik Wakil Ketua MPR, Eddy Soeparno. (Foto: Humas MPR)

Kuala Lumpur, Jurnas.com - Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menjadi salah satu pembicara kunci pada forum Asia Carbon Capture 2026 yang diselenggarakan di Crowne Plaza Kuala Lumpur City Centre, Malaysia.

Dalam kesempatan tersebut, Eddy Soeparno menegaskan bahwa transisi energi Indonesia bukan hanya agenda lingkungan, melainkan juga strategi ekonomi nasional dan penguatan ketahanan energi.

Dalam paparannya, Eddy menyampaikan bahwa Indonesia tengah memasuki fase penting transformasi ekonomi dengan target pertumbuhan menuju 8 persen. Untuk mencapai target tersebut, Indonesia membutuhkan investasi besar sekaligus transformasi sistem energi yang lebih berkelanjutan.

Baca juga :
Lestari Moerdijat: Bangun Ekosistem Literasi dengan Langkah Nyata

“Indonesia menghadapi tantangan sekaligus peluang besar. Di satu sisi kita memiliki sumber daya energi fosil yang melimpah, tetapi di sisi lain masih menghadapi ketergantungan impor energi, terutama BBM dan LPG. Karena itu, transisi energi harus menjadi bagian dari strategi ketahanan ekonomi nasional,” ujarnya.

Selain potensi energi terbarukan yang mencapai sekitar 3.600 GW, Eddy juga menyoroti posisi strategis Indonesia dalam pengembangan Carbon Capture and Storage (CCS). Indonesia diperkirakan memiliki kapasitas penyimpanan karbon hingga sekitar 600 gigaton CO₂, menjadikannya salah satu negara paling potensial di kawasan Asia-Pasifik untuk pengembangan CCS.

Baca juga :
MPR Dorong Nasionalisme Generasi Muda Lewat LKBB-PB NTB 2026 di Mataram

“Indonesia memiliki peluang besar menjadi pusat CCS regional. Kapasitas penyimpanan karbon yang besar, posisi geografis strategis, serta meningkatnya kebutuhan dekarbonisasi di Asia menjadikan Indonesia sangat kompetitif untuk kerja sama CCS lintas negara,” jelasnya.

Pimpinan MPR tersebut juga menekankan pentingnya kepastian regulasi guna mempercepat investasi rendah karbon. Ia mengapresiasi langkah pemerintah melalui berbagai regulasi strategis terkait CCS, ekonomi karbon, dan waste-to-energy yang dinilai akan memperkuat ekosistem investasi hijau di Indonesia.

Baca juga :
Eddy Soeparno Hormati SMAN 1 Pontianak, Tegaskan Tak Boleh Ada Intimidasi

Dalam forum tersebut, Eddy menyebut bahwa potensi ekonomi karbon Indonesia pada tahun 2030 dapat mencapai USD 21 miliar, yang berasal dari sektor kehutanan, energi terbarukan, pengelolaan sampah menjadi energi, hingga CCS/CCUS.

“Potensi besar ini harus diiringi tata kelola yang kuat, koordinasi lintas sektor, dan kolaborasi erat antara pemerintah, industri, serta sektor keuangan agar dapat diterjemahkan menjadi investasi nyata,” tambahnya.

Menutup keterangannya, Eddy Soeparno menegaskan bahwa Indonesia siap mengambil peran sentral dalam mendorong transisi energi dan pengembangan ekonomi rendah karbon di kawasan Asia-Pasifik.

“Indonesia ingin menjadi bagian dari solusi global terhadap perubahan iklim, sekaligus memastikan bahwa transisi energi memberikan manfaat ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat ketahanan nasional,” pungkas Anggota DPR RI Komisi XII tersebut

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kinerja MPR Eddy Soeparno Asia Carbon Capture Ekonomi Karbon

Terpopuler

Kamis, 23/07/2026 04:04 WIB
Gaya Hidup

20 Contoh Ucapan Hari Anak Nasional yang Penuh Makna

Rabu, 22/07/2026 01:01 WIB
Humanika

22 Juli 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777