https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Perjanjian Roem-Royen Tanggal 7 Mei, Ini Sejarahnya

Vaza Diva | Kamis, 07/05/2026 02:02 WIB



Setiap tanggal 7 Mei, bangsa Indonesia mengenang salah satu tonggak penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan, yakni Perjanjian Roem–Royen. Perundingan Perjanjian Roem–Royen (Foto: Kemdikbud)

Jakarta, Jurnas.om - Setiap tanggal 7 Mei, bangsa Indonesia mengenang salah satu tonggak penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan, yakni Perjanjian Roem–Royen.

Peristiwa ini menjadi bukti bahwa jalur diplomasi memiliki peran besar dalam mengakhiri konflik antara Indonesia dan Belanda pasca Agresi Militer.

Perjanjian Roem–Royen merupakan hasil perundingan antara delegasi Indonesia yang dipimpin Mohammad Roem dan pihak Belanda yang diwakili Jan Herman van Roijen.

Baca juga :
Menelusuri Sejarah Panjang Pembangunan Rel Kereta Api di Indonesia

Kesepakatan ini dicapai pada 7 Mei 1949 di bawah pengawasan Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai bagian dari upaya menyelesaikan konflik secara damai.

Perjanjian ini lahir setelah meningkatnya tekanan internasional terhadap Belanda akibat tindakan militernya di Indonesia, termasuk dalam peristiwa Agresi Militer Belanda II.

Baca juga :
Ini Sejarah Hari Bhakti Pemasyarakatan yang Diperingati Setiap 27 April

Saat itu, banyak tokoh penting Indonesia ditangkap, termasuk Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta.

Tekanan dari dunia internasional, terutama melalui PBB, mendorong kedua pihak untuk kembali ke meja perundingan guna mencari solusi damai.

Baca juga :
Selain Kartini, Berikut Deretan Pahlawan Nasional Perempuan Indonesia

Dalam perjanjian tersebut, pihak Indonesia sepakat untuk menghentikan perang gerilya dan berpartisipasi dalam Konferensi Meja Bundar (KMB).

Sementara itu, Belanda menyetujui untuk menghentikan operasi militer, membebaskan para pemimpin Indonesia, serta mengembalikan pemerintahan Republik Indonesia ke Yogyakarta.

Kesepakatan ini menjadi langkah awal menuju pengakuan kedaulatan Indonesia secara penuh oleh Belanda.

Perjanjian Roem–Royen memiliki dampak besar dalam perjalanan sejarah Indonesia. Salah satu hasil nyatanya adalah dibebaskannya para pemimpin nasional dan dimulainya proses menuju Konferensi Meja Bundar yang akhirnya menghasilkan pengakuan kedaulatan Indonesia pada akhir 1949.

Peristiwa ini juga menunjukkan bahwa perjuangan bangsa Indonesia tidak hanya melalui perlawanan bersenjata, tetapi juga melalui diplomasi yang cerdas dan strategis.

Hingga kini, Perjanjian Roem–Royen dikenang sebagai simbol keberhasilan diplomasi Indonesia di kancah internasional.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya dialog, kerja sama, dan dukungan global dalam menyelesaikan konflik.

Momentum ini juga mengajarkan bahwa kemerdekaan yang diraih tidak lepas dari peran para tokoh bangsa yang berjuang di berbagai lini, baik di medan perang maupun di meja perundingan.

Dengan memahami sejarah Perjanjian Roem–Royen, generasi saat ini diharapkan dapat lebih menghargai perjuangan para pendahulu sekaligus meneladani semangat persatuan dan diplomasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

7 Mei kemerdekaan Indonesia Perjanjian Roem–Royen Sejarah Indonesia

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777