https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Lestari Moerdijat: Empat Pilar Kebangsaan Memiliki Makna Ekologis yang Kuat

Eko Budhiarto | Jum'at, 01/05/2026 16:52 WIB



Lestari Moerdijat: Empat Pilar Kebangsaan Memiliki Makna Ekologis yang Kuat Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat. (Foto: Humas MPR)

Kudus, Jurnas.com - Empat Pilar Kebangsaan tidak hanya bermakna dari sisi politik dan hukum, tetapi juga memiliki perspektif ekologis.

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan hal itu dalam keterangan tertulisnya, Jumat (1/5).

Pernyataan itu disampaikan Lestari dalam sambutannya pada acara nonton bareng (nobar) film Maira Generasi Penjaga Bumi, di Bioskop New Star Cineplex (NSC) Kudus, Jawa Tengah, Kamis (30/4) sore.

Baca juga :
Lestari Moerdijat: Bangun Ekosistem Literasi dengan Langkah Nyata

Acara nobar dalam rangka Sosialisasi Empat Konsensus Kebangsaan itu dihadiri para mahasiswa dan komunitas pemuda di Kudus dan sekitarnya.

“Selama ini, kita sering hanya memaknai empat pilar dalam konteks politik, hukum, dan kehidupan sosial saja. Namun, marilah kita melihatnya dari sudut yang lebih dalam dan lebih mendasar,” ujar Lestari.

Baca juga :
MPR Dorong Nasionalisme Generasi Muda Lewat LKBB-PB NTB 2026 di Mataram

Menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, nilai kebangsaan sejatinya berbicara tentang hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan Tuhan, dan manusia dengan alam.

Empat konsensus kebangsaan—Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika—memiliki makna ekologis yang kuat.

Baca juga :
Eddy Soeparno Hormati SMAN 1 Pontianak, Tegaskan Tak Boleh Ada Intimidasi

“Ketika kita berbicara tentang kemanusiaan yang adil dan beradab, itu tidak hanya dalam hubungan antarmanusia, tetapi juga kemampuan kita untuk tidak merusak lingkungan. Kita tidak bisa menyebut diri kita beradab jika kita merusak ruang hidup kita sendiri,” tegasnya.

Rerie yang juga Anggota Komisi X DPR RI itu menambahkan bahwa UUD 1945 mengamanatkan sumber daya alam dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Namun, tegas Rerie, kemakmuran sejati adalah yang bisa diwariskan kepada generasi berikut, bukan bersifat sesaat.

Rerie mengingatkan bahwa saat ini dunia tidak lagi berbicara tentang climate change, tetapi sudah memasuki fase krisis lingkungan.

Krisis yang dihadapi, menurut Rerie, bukan hanya soal alam, tetapi juga soal cara berpikir, cara mengambil keputusan, dan cara memandang kehidupan.

Rerie menyebut, film Maira Generasi Penjaga Bumi bukan sekadar cerita, melainkan cermin hubungan manusia dengan hutan, dengan alam, serta cermin pilihan dan konsekuensinya.

Ia mengajak penonton untuk tidak sekadar melihat, tetapi merasakan, memahami, dan mengaitkan dengan kehidupan sehari-hari.

“Menjaga lingkungan bukan pilihan. Menjaga lingkungan adalah keharusan. Dan menjaga lingkungan adalah menjaga bangsa ini,” pungkas Rerie.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kinerja MPR Lestari Moerdijat Empat Pilar Maria Generasi Penjaga Bumi

Terpopuler

Kamis, 23/07/2026 04:04 WIB
Gaya Hidup

20 Contoh Ucapan Hari Anak Nasional yang Penuh Makna

Rabu, 22/07/2026 01:01 WIB
Humanika

22 Juli 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777