https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Menag Tekankan Kolaborasi Jadi Kunci Pendidikan Berkarakter di Hardiknas

Agus Mughni | Sabtu, 02/05/2026 16:15 WIB



Menag juga menyoroti kontribusi penting pendidikan agama dan keagamaan dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar pada Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Jakarta, Sabtu (2/5/2026) (Foto: Kemenag)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa penguatan kolaborasi antara pemerintah, satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berakar pada nilai karakter.

Menag Nasaruddin Umar menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan bangsa. Karena itu, upaya menghadirkan pendidikan bermutu tidak dapat dilakukan secara parsial, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif berbagai pihak.

“Pendidikan adalah ikhtiar bersama. Pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat memiliki peran yang saling menguatkan untuk memastikan setiap anak mendapat akses pendidikan yang berkualitas,” ujar Menag pada Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Jakarta, Sabtu (2/5/2026).

Baca juga :
Hardiknas 2026, Mendikdasmen: Pendidikan untuk Membentuk Karakter Bangsa

Menag menilai tema Hardiknas tahun ini, “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, merefleksikan pentingnya membangun kolaborasi yang lebih luas dalam memperkuat sistem pendidikan nasional.

Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga harus membentuk manusia yang memiliki integritas, kepekaan sosial, dan fondasi moral yang kuat.

Baca juga :
Paskibra Hardiknas 2026, Cermin Semangat Pendidikan Bermutu untuk Semua

“Pendidikan yang baik bukan hanya melahirkan generasi cerdas, tetapi juga pribadi yang memiliki karakter, etika, dan kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.

Menag juga menyoroti kontribusi penting pendidikan agama dan keagamaan dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Ia menyebut madrasah, pesantren, dan lembaga pendidikan keagamaan sebagai ruang strategis untuk menanamkan keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan pembentukan akhlak.

Baca juga :
TPG Cair Bulanan, Bantu Kesejahteraan Ekonomi Guru

“Lembaga pendidikan keagamaan memiliki peran besar dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial,” katanya.

Ia menambahkan, penguatan pendidikan karakter menjadi semakin relevan di tengah perkembangan zaman yang bergerak cepat dan tantangan sosial yang semakin kompleks.

“Ilmu harus melahirkan manfaat. Pendidikan perlu membangun kecerdasan yang berpijak pada nilai ketuhanan dan kemanusiaan,” tegasnya.

Menag mengajak seluruh elemen bangsa terus memperkuat kerja sama dalam membangun ekosistem pendidikan yang terbuka, inklusif, dan memberi ruang tumbuh yang optimal bagi seluruh anak Indonesia.

“Mari terus belajar, berkolaborasi, dan memastikan pendidikan Indonesia semakin maju serta menjangkau semua,” pungkasnya.

 
Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Menteri Agama Nasaruddin Umar Pendidikan Berkarakter Hardiknas 2026

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777