Arsip - Bendera Amerika Serikat dan Iran terlihat dalam ilustrasi ini, dibuat pada 18 Juni 2025 (Foto: REUTERS)
Washington, Jurnas.com - Iran dikabarkan membuka peluang perundingan baru dengan Amerika Serikat melalui jalur mediasi internasional.
Laporan The Wall Street Journal menyebutkan bahwa Teheran menyatakan kesiapan untuk bertemu di Pakistan pada awal pekan depan, dengan syarat Washington menerima proposal terbaru yang diajukan.
Dalam usulan tersebut, Iran disebut menawarkan pembahasan terkait pembukaan Selat Hormuz. Langkah ini dikaitkan dengan permintaan agar AS menghentikan serangan serta mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Selain itu, proposal tersebut juga membuka ruang negosiasi terkait program nuklir Iran, dengan imbalan pelonggaran sanksi ekonomi dari pihak AS.
Upaya ini dipandang sebagai langkah strategis untuk meredakan ketegangan yang telah berlangsung dalam beberapa bulan terakhir.
Sementara itu, Presiden Donald Trump menyampaikan kepada Kongres bahwa konflik dengan Iran yang dimulai pada 28 Februari telah berakhir, meskipun situasi keamanan di kawasan masih terus dipantau.
“Permusuhan terhadap Iran telah berakhir,” ujar Trump.
Meski demikian, Pentagon dilaporkan tetap meningkatkan kesiagaan militer di kawasan Timur Tengah karena potensi ancaman yang dinilai belum sepenuhnya mereda.
Sebelumnya, pada 28 Februari, AS bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran yang menyebabkan kerusakan infrastruktur serta korban jiwa di kalangan warga sipil.
Upaya deeskalasi sempat dilakukan melalui gencatan senjata selama dua pekan yang diumumkan pada 7 April. Namun, perundingan lanjutan di Islamabad belum membuahkan hasil konkret.
Pemerintah AS kemudian memperpanjang masa gencatan senjata guna memberi waktu bagi Iran untuk menyusun “proposal terpadu” sebagai dasar negosiasi berikutnya. (ant)
Sabtu, 02/05/2026 12:53 WIB
Sabtu, 02/05/2026 09:15 WIB
Sabtu, 25/04/2026 04:04 WIB
Kamis, 23/04/2026 06:30 WIB
Sabtu, 02/05/2026 04:04 WIB