Jum'at, 01/05/2026 17:25 WIB

Iran Ancam Serang Kapal Perang AS jika Blokade Berlanjut





Komandan Pasukan Dirgantara Iran, Majid Mousavi, melontarkan peringatan keras tersebut menanggapi klaim keberhasilan blokade AS terhadap Iran.

Ilustrasi pengiriman minyak melalui Selat Hormuz (Foto: Resuter)

Teheran, Jurnas.com - Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah Iran mengancam akan melancarkan serangan terhadap posisi Amerika Serikat, jika Washington memperbarui agresi militer.

Teheran juga menegaskan kembali klaim kekuasaannya atas Selat Hormuz, yang menghambat rencana AS untuk membentuk koalisi internasional guna membuka kembali jalur pelayaran vital tersebut.

Komandan Pasukan Dirgantara Iran, Majid Mousavi, melontarkan peringatan keras tersebut menanggapi klaim keberhasilan blokade AS terhadap Iran.

“Kami telah melihat apa yang terjadi pada pangkalan regional Anda, kami akan melihat hal yang sama terjadi pada kapal perang Anda,” kata Mousavi dikutip dari Reuters pada Jumat (1/5).

Pernyataan militer ini diperkuat oleh pesan tertulis dari Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei. Dia menegaskan niat Teheran untuk mempertahankan kendali atas Selat Hormuz dan menghapus intervensi pihak asing di perairan tersebut.

“Pihak asing yang datang dari ribuan kilometer jauhnya, tidak memiliki tempat di sana kecuali di dasar perairannya,” ujar Mojtaba Khamenei dalam pernyataan terpisah.

Hingga saat ini, Selat Hormuz tetap tertutup dan melumpuhkan 20 persen pasokan minyak serta gas dunia, yang memicu lonjakan harga energi global.

Meskipun gencatan senjata telah berlangsung sejak 8 April, kebuntuan tetap terjadi karena Iran membalas blokade ekspor minyak mereka dengan menutup selat tersebut.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump dijadwalkan menerima pengarahan mengenai opsi serangan militer baru guna memaksa Iran bernegosiasi.

Di tengah situasi yang tidak menentu, suara pertahanan udara dilaporkan terdengar di Teheran pada Kamis malam saat menghalau pesawat tak berawak (drone) pengintai. Sementara itu, Uni Emirat Arab mulai melarang warganya bepergian ke Iran, Lebanon, dan Irak.

KEYWORD :

Perang AS vs Iran Konflik Timur Tengah Blokade Selat Hormuz




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :