Penyelenggaraan Dicoding Developer Conference di Bandung (Foto: Ist)
Bandung, Jurnas.com - Kecerdasan buatan (AI) menjadi akselerator produktivitas yang luar biasa saat ini, termasuk di bidang teknologi informatika (IT). Kendati demikian, peran manusia tetap sentral dalam inovasi teknologi.
Hal ini menjadi salah satu pokok pembicaraan dalam ajang Dicoding Developer Conference (DDC) 2026 bertema `Built by Humans, Accelerated by AI`, yang diselenggarakan oleh Dicoding di Bandung, Jawa Barat pada Sabtu (25/4) kemarin.
Penyelenggaraan DDC tahun ini menjadi sangat istimewa dengan peluncuran laporan Indonesia Developer Outlook (IDO) 2026. Survei yang melibatkan 3.163 talenta digital ini mengungkap bahwa 9 dari 10 developer profesional merasakan lonjakan produktivitas sebesar 20 persen hingga lebih dari 50 persen berkat penggunaan AI generatif dalam alur kerja mereka.
Selain itu, dalam sesi keynote-nya, CEO Dicoding, Narenda Wicaksono, memaparkan temuan lain bahwa 75 persen developer profesional yang telah bekerja percaya bahwa teknologi dan skills praktis perlu dipelajari di luar kampus.
"Sebanyak 63 persen developer sangat mengandalkan online course sebagai sumber belajar utama. Oleh karenanya, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada para developer yang telah sebelas tahun mendukung kami untuk memberdayakan talenta digital dengan pembelajaran yang berdampak, sehingga Dicoding dapat memberikan dampak ekonomi pada Indonesia sebesar 6,5 triliun rupiah," kata Narenda.
Menindaklanjuti hal tersebut, Chief Learning Officer Dicoding, Oon Arfiandwi, memaparkan temuan menarik dari IDO 2026 mengenai relevansi belajar teknologi di tengah maraknya fenomena layoff. Data menunjukkan bahwa peluang karier IT justru tetap terbuka lebar di luar sektor teknologi tradisional.
"Temuan kami dalam IDO 2026 menunjukkan bahwa perusahaan non-IT kini menjadi penyerap tenaga kerja terbesar bagi talenta digital. Di era disrupsi AI, pertanyaan `apakah belajar teknologi masih relevan?` terjawab dengan mutlak: Ya, tetapi cara kita belajar harus bertransformasi," kata Oon Arfiandwi.
"Kita melihat tren di mana online course kini menjadi sumber belajar utama bagi lebih dari 63% developer profesional. Kita harus melatih diri menjadi spesialis, membangun portofolio yang kuat, dan mendorong produktivitas menggunakan generative AI," dia menambahkan.
Sementara itu. Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, Muhammad Neil El Himam, menyebutkan bahwa pemerintah mendukung Dicoding Developer Conference 2026 sebagai ajang peningkatan kapasitas dan perluasan jejaring developer Indonesia.
"Kami optimis akan kiprah para developer di industri masing-masing, dengan bantuan AI sebagai akseleratornya," kata Neil.
Untuk menambah wawasan para peserta, DDC 2026 juga menghadirkan tiga track teknologi utama: Gen AI & Data Science, Modern App Dev (Web/Mobile) with AI, serta AI for Cloud Infra & DevOps.
Dengan dukungan mitra strategis, seperti DBS Foundation, IBM, Indosat Ooredoo Hutchison, dan Lintasarta, Dicoding berkomitmen terus mencetak talenta digital unggul yang siap menjawab tantangan global dalam era AI-first.
Minggu, 26/04/2026 14:33 WIB
Sabtu, 25/04/2026 04:04 WIB
Kamis, 23/04/2026 06:30 WIB