https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

AS Hadang Tanker Armada Bayangan Iran di Laut Arab

Mutiul Alim | Minggu, 26/04/2026 14:30 WIB



Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menghadang sebuah kapal dagang yang masuk dalam daftar sanksi di Laut Arab pada Sabtu (25/4). Patroli angkatan laut Amerika Serikat di Laut Arab (Foto: Arab News)

Washington, Jurnas.com - Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menghadang sebuah kapal dagang yang masuk dalam daftar sanksi di Laut Arab pada Sabtu (25/4). Langkah ini menandai intensifikasi penegakan blokade pimpinan AS terhadap ekspor energi Iran di tengah ketegangan regional yang masih tinggi.

Kapal yang diidentifikasi sebagai Sevan tersebut merupakan bagian dari 19 kapal yang disebut sebagai armada bayangan. Kapal-kapal ini dituduh mengangkut produk minyak dan gas Iran ke pasar luar negeri secara ilegal, yang melanggar sanksi ekonomi Washington, sebagaimana dikutip dari Reuters pada Minggu (26/4).

Menurut keterangan resmi CENTCOM, penghadangan dilakukan menggunakan helikopter Angkatan Laut AS yang diluncurkan dari kapal perusak berpeluru kendali USS Pinckney. Saat ini, kapal Sevan dilaporkan telah mematuhi instruksi militer untuk berbalik arah menuju Iran dengan pengawalan ketat.

Baca juga :
Waspadai Sabotase, Presiden Iran Minta Rakyat Hemat Listrik

Pejabat Amerika Serikat menyatakan bahwa armada yang menjadi sasaran tersebut telah dijatuhi sanksi oleh Departemen Keuangan AS karena memfasilitasi pengiriman ekspor energi senilai miliaran dolar, termasuk komoditas propana dan butana.

Penghadangan ini menambah panjang daftar tindakan penegakan hukum maritim yang dilakukan AS sejak dimulainya blokade pada akhir Februari lalu.

Baca juga :
Trump Kirim Utusan ke Pakistan, Lanjutkan Perundingan Gencatan Senjata

CENTCOM mencatat bahwa hingga saat ini sebanyak 37 kapal telah dipaksa mengubah rute, sebuah langkah yang diklaim Washington bertujuan untuk memangkas pendapatan minyak Teheran yang digunakan untuk mendanai aktivitas militer di kawasan.

Diketahui, ketegangan di Selat Hormuz mencapai titik kritis seiring dengan langkah militer Iran yang memperketat kontrol atas jalur pelayaran energi paling vital di dunia tersebut.

Baca juga :
Biaya Perang Amerika Serikat terhadap Iran Tembus Rp1.000 Triliun

Teheran dilaporkan telah menempatkan sejumlah armada cepat dan sistem rudal pesisir di sepanjang selat sebagai respons atas blokade laut yang dipimpin Amerika Serikat. Tindakan ini secara efektif menghambat lalu lintas tanker internasional, yang memicu kekhawatiran global akan terhentinya pasokan minyak mentah secara total dari wilayah Teluk.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Blokade Selat Hormuz Konflik Timur Tengah Perang AS vs Iran

Terkini | Minggu, 26/04/2026 17:16 WIB

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777