https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

New York Terancam Banjir Ekstrem, 4,4 Juta Warga Berisiko Terdampak

Agus Mughni | Minggu, 26/04/2026 13:05 WIB



Studi juga mencatat sekitar 47% bangunan di New York berada dalam kategori rawan kerusakan ekstrem akibat banjir New York City memiliki jumlah absolut terbesar penduduk dan bangunan yang berisiko tinggi terdampak kerusakan banjir ekstrem dibandingkan seluruh kota di pesisir Pantai Timur (Foto: Live Science)

Jakarta, Jurnas.com - Sebuah studi terbaru mengungkap ancaman serius banjir ekstrem di sejumlah kota pesisir Amerika Serikat, dengan New York City menjadi wilayah dengan jumlah penduduk paling besar yang berpotensi terdampak.

Penelitian ini menunjukkan sekitar 50% populasi kota atau sekitar 4,4 juta orang berada dalam risiko tinggi jika banjir besar terjadi.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Science Advances itu juga mencatat sekitar 47% bangunan di New York berada dalam kategori rawan kerusakan ekstrem akibat banjir.

Baca juga :
Biaya Perang Amerika Serikat terhadap Iran Tembus Rp1.000 Triliun

Dikutip dari Live Science, para peneliti menyebut kondisi ini sebagai ancaman nyata bagi kota padat penduduk dengan infrastruktur kompleks.

Selain New York, New Orleans dinilai memiliki risiko relatif paling tinggi, dengan 98% populasi dan 99% infrastruktur berpotensi terdampak. Kota-kota lain yang masuk kategori risiko tinggi hingga sangat tinggi antara lain Houston, Miami, Norfolk, Charleston, Jacksonville, dan Mobile.

Baca juga :
FIFA Rilis Tambahan Tiket Piala Dunia, Babak Final Tembus Rp188 Juta!

Peneliti menjelaskan bahwa tingginya risiko ini dipengaruhi kombinasi faktor seperti elevasi rendah, kepadatan penduduk, sistem drainase yang kurang optimal, hingga kedekatan dengan perairan. Selain itu, perubahan iklim memperburuk situasi melalui kenaikan permukaan laut dan meningkatnya intensitas badai.

“New York City dan New Orleans menghadapi realitas suram sebagai kota dengan risiko banjir besar,” tulis peneliti dalam laporan tersebut. Mereka menambahkan, jutaan orang dan ratusan ribu bangunan berpotensi mengalami kerusakan parah jika skenario banjir ekstrem terjadi.

Baca juga :
Protes Penjualan Senjata ke Israel, 90 Demonstran AS Diciduk

Penelitian ini juga menekankan pentingnya kebijakan mitigasi berbasis alam. “Kebijakan semacam ini harus membatasi pembangunan di zona berisiko tinggi sekaligus mendorong penerapan solusi berbasis alam secara sistematis,” tulis penulis studi.

Sebagai langkah mitigasi, peneliti menyarankan penggantian permukaan beton kedap air dengan material yang mampu menyerap air, serta restorasi lahan basah dan dataran banjir sungai. Upaya ini dinilai dapat membantu mengurangi dampak banjir sekaligus meningkatkan ketahanan kota terhadap perubahan iklim.

Dengan sekitar 30% wilayah pesisir Teluk dan Atlantik AS berada dalam risiko tinggi, studi ini menegaskan bahwa perencanaan kota berbasis risiko menjadi kunci untuk melindungi jutaan penduduk di masa depan. (*)

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

New York Amerika Serikat Banjir Ekstrem Bencana Banjir

Terkini | Minggu, 26/04/2026 15:13 WIB

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777