https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Berbagai Kesalahan Umum yang Sering Dilakukan Jamaah Haji, Catat

Vaza Diva | Minggu, 26/04/2026 03:03 WIB



Berikut adalah beberapa poin evaluasi dan panduan agar ibadah kita tetap terjaga kemurniannya. Ilustrasi - ini beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan oleh jamaah Haji (Foto: abarenumpang/Lmprogress)

Jakarta, Jurnas.com - Melaksanakan ibadah ke Tanah Suci, baik Haji maupun Umrah, memerlukan kesiapan ilmu yang matang agar setiap ritual sesuai dengan koridor syariat.

Seringkali, kendala muncul bukan karena niat yang buruk, melainkan minimnya pemahaman manasik yang membuat jamaah terjebak dalam praktik yang tidak berdasar.

Berikut adalah beberapa poin evaluasi dan panduan agar ibadah kita tetap terjaga kemurniannya:

1. Landasan Pentingnya Ilmu Sebelum Beramal

Jangan sampai kita beribadah hanya ikut-ikutan tanpa memahami dasarnya. Allah SWT telah memperingatkan dalam Al-Qur`an:

Baca juga :
Panduan Mandi Ihram dalam Ibadah Haji, Catat Ya

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ

"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya." (QS. Al-Isra: 36)

Baca juga :
Kisah Uwais Al-Qarni, Gendong Ibu dari Yaman ke Mekkah Demi Haji

2. Disiplin dalam Menentukan Titik Miqat

Kekeliruan klasik yang sering terjadi adalah melewati batas Miqat tanpa berihram, baik karena tertidur di pesawat maupun kurang memperhatikan instruksi kru kabin.

Rasulullah SAW telah menetapkan batas-batas geografis ini secara absolut:

Baca juga :
10 Amalan yang Mendapatkan Pahala Setara Haji dan Umrah

هُنَّ لَهُنَّ وَلِمَنْ أَتَى عَلَيْهِنَّ مِنْ غَيْرِهِنَّ

"Itulah ketentuan bagi penduduknya dan bagi orang yang datang melewatinya (dari penduduk lain)." (HR. Bukhari)

3. Menjaga Kesakralan Tawaf

Tawaf bukanlah ajang pamer di media sosial. Fenomena berswafoto atau melakukan panggilan video saat mengelilingi Ka’bah dapat mengikis kekhusyukan. Ingatlah bahwa derajat Tawaf sangatlah tinggi:

الطَّوَافُ حَوْلَ الْبَيْتِ مِثْلُ الصَّلَاةِ إِلَّا أَنَّ اللهَ تَعَالَى أَحَلَّ فِيهِ النُّطْقَ"Tawaf di Baitullah itu sama dengan shalat, hanya saja Allah membolehkan berbicara di dalamnya." (HR. Tirmidzi)

4. Menghindari Kedzaliman demi Hal Sunnah

Mencium Hajar Aswad adalah sunnah, namun menyakiti atau menyikut jamaah lain adalah perbuatan dosa. Jangan sampai kita mengejar keutamaan sunnah dengan cara melakukan kemaksiatan (mendzalimi sesama muslim).

5. Kekeliruan dalam Sa`i dan Tahallul

Salah tempat Berlari, dalam Sa`i, lari-lari kecil (Raml) hanya disyariatkan saat berada di antara dua pilar hijau, bukan di sepanjang jalur dari Shafa ke Marwah.

Menyingkap aurat saat prosesi Tahallul, jamaah wanita seringkali kurang waspada dengan memotong rambut di area terbuka yang terlihat oleh laki-laki bukan mahram. Allah SWT berfirman:

وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا "Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya." (QS. An-Nur: 31)

6. Fokus Ibadah di Arafah dan Jamarat

Hindari menghabiskan waktu dengan obrolan duniawi yang sia-sia. Manfaatkan setiap detik untuk ber-taqarrub kepada Allah.

Hindari sikap emosional yang berlebihan, seperti melempar dengan batu besar atau benda-benda aneh. Esensi melempar jumrah adalah ketundukan mengikuti perintah Allah, bukan meluapkan amarah fisik kepada setan.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Info Keislaman Ibadah Haji Rasulullah SAW Tips ibadah Haji

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777