https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

UEA Pesimistis Mampu Perbaiki Hubungan dengan Iran

Mutiul Alim | Jum'at, 24/04/2026 22:25 WIB



Penasihat Kepresidenan Uni Emirat Arab (UEA), Anwar Gargash, menilai upaya membangun kembali kepercayaan antara Abu Dhabi dan Iran akan memakan waktu lama. Pelabuhan Fujairah di Uni Emirat Arab (Foto: Reuters)

Abu Dhabi, Jurnas.com - Penasihat Kepresidenan Uni Emirat Arab (UEA), Anwar Gargash, menilai upaya membangun kembali kepercayaan antara Abu Dhabi dan Iran akan memakan waktu sangat lama.

Dikutip dari AFP pada Jumat (24/4), pernyataan keras ini muncul setelah Iran menargetkan UEA selama konflik Timur Tengah yang meluas beberapa waktu lalu.

Dalam konferensi kebijakan dunia di Chantilly, Prancis, pada Jumat (24/4), Gargash menyampaikan rasa kecewanya terhadap agresi Iran yang secara spesifik menyasar aset sipil.

Baca juga :
Polemik Selat Hormuz, Menhan AS Kesal Sekutu Cuma "Numpang"

"Anda tidak bisa diserang dengan 2.800 rudal dan drone, lalu berbicara kepada saya tentang kepercayaan. Itu akan memakan waktu berabad-abad. Teheran mengatakan kepada negara-negara Teluk Arab bahwa `kalian tidak penting dalam kalkulasi saya,` dan saya pikir ini akan bertahan untuk waktu yang sangat lama," ujar Gargash.

Pejabat tinggi UEA tersebut merinci bahwa 89 persen serangan Iran ditujukan kepada warga sipil, infrastruktur sipil, dan fasilitas energi.

Baca juga :
Kenaikan Harga Kondom Picu Penimbunan Stok Besar-besaran di China

Akibatnya, UEA dan negara-negara tetangganya kini memandang Iran bukan lagi sekadar tetangga yang sulit, melainkan sebagai ancaman strategis yang nyata di kawasan tersebut.

Gargash juga memprediksi bahwa strategi agresif Iran justru akan memperkuat pengaruh Israel di wilayah Teluk, karena negara-negara Arab cenderung mencari kemitraan keamanan yang lebih solid untuk menghadapi ancaman serupa di masa depan.

Baca juga :
AS Langgar Gencatan Senjata, Iran Sita Dua Kapal di Selat Hormuz

Konflik kawasan ini dipicu oleh serangan Israel-AS terhadap Iran pada akhir Februari lalu, yang kemudian memancing balasan Teheran terhadap sekutu-sekutu AS di Teluk.

Pernyataan Gargash menandakan retaknya hubungan diplomatik di Timur Tengah yang kemungkinan besar tidak akan pulih dalam waktu dekat, meskipun upaya gencatan senjata sedang diupayakan secara internasional.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Perang AS vs Iran Hubungan Iran dan UEA Uni Emirat Arab

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777