https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Hati-hati! Ini Lima Penyakit yang Sering Muncul saat Pergantian Musim

Vaza Diva | Selasa, 27/01/2026 04:04 WIB



Berikut beberapa penyakit yang sering terjadi ketika musim hujan beralih ke musim panas dan perlu diwaspadai agar aktivitas sehari-hari tetap berjalan optimal. Ilustrasi - mengalami bibir kering disebabkan dehidrasi (Foto:RRI)

Jakarta, Jurnas.com - Pergantian musim hujan menuju musim panas kerap membawa perubahan signifikan pada kondisi lingkungan. Suhu yang meningkat, kelembapan udara yang menurun, serta perbedaan cuaca yang cukup ekstrem dalam waktu singkat dapat memengaruhi daya tahan tubuh manusia.

Pada masa transisi musim ini, tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan kondisi cuaca yang baru. Jika sistem imun melemah, risiko terserang penyakit pun meningkat.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau lebih waspada terhadap sejumlah gangguan kesehatan yang umum muncul saat peralihan musim.

Baca juga :
Kapan Waktu Terbaik Olahraga saat Puasa?

Berikut beberapa penyakit yang sering terjadi ketika musim hujan beralih ke musim panas dan perlu diwaspadai agar aktivitas sehari-hari tetap berjalan optimal.

1. Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA)

Perubahan suhu yang drastis dapat memicu gangguan pada saluran pernapasan. ISPA sering ditandai dengan batuk, pilek, sakit tenggorokan, hingga demam ringan, terutama pada anak-anak dan lansia.

2. Demam Berdarah Dengue (DBD)

Genangan air yang tersisa dari musim hujan menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti. Saat memasuki musim panas, populasi nyamuk meningkat dan risiko penularan DBD pun ikut naik.

Baca juga :
Tips Menjaga Pola Tidur Sehat Selama Ramadan

3. Diare

Peralihan musim juga berdampak pada kualitas makanan dan minuman. Suhu panas mempercepat pertumbuhan bakteri, sehingga risiko diare akibat makanan atau minuman yang terkontaminasi menjadi lebih tinggi.

4. Penyakit Kulit

Cuaca panas dan kering dapat menyebabkan kulit menjadi lebih sensitif. Beberapa orang mengalami iritasi, ruam, atau infeksi jamur akibat perubahan kelembapan dan meningkatnya produksi keringat.

Baca juga :
Ini Tips agar Tidak Cepat Haus saat Berpuasa

5. Dehidrasi

Memasuki musim panas, tubuh kehilangan cairan lebih cepat melalui keringat. Jika asupan cairan tidak mencukupi, dehidrasi dapat terjadi dan ditandai dengan pusing, lemas, serta penurunan konsentrasi.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

jenis penyakit musim hujan musim panas pergantian musim tips kesehatan

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777