https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Anggaran Terbatas, Menag Heran Prestasi Madrasah Kalahkan Sekolah Umum

Muhammad Habib Saifullah | Rabu, 24/12/2025 01:05 WIB



Menag Nasaruddin Umar mengaku heran dengan madrasah yang mengalami banyak kekurangan anggaran bantuan negara mampu mengungguli sekolah umum Para siswa mengikuti seleksi masuk madrasah unggulan (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengaku heran dengan madrasah yang mengalami banyak kekurangan anggaran bantuan negara, namun mampu mengungguli sekolah umum.

Hal ini disampaikannya dalam Dialog Media bertema `Refleksi Kinerja 2025: dari Kurikulum Cinta Hingga Ekoteologi dan Penanggulangan Bencana` di Jakarta Pusat, pada Selasa (23/12).

"Anehnya, meski anggaran terbatas, hasil ujian nasional dan prestasi madrasah seperti MAN Insan Cendekia Serpong, Gorontalo, dan MAN 2 Malang selalu menjadi yang terbaik di Indonesia," kata Menag Nasaruddin.

Baca juga :
Menag: Tak Cukup Regulasi, Cegah Kekerasan Seksual Perlu Perubahan Budaya

Capaian prestasi ini, lanjut dia, menjadi bukti bahwa mahalnya biaya tidak menjamin kemampuan dan prestasi sebuah instansi pendidikan. "Ini membuktikan bahwa kita berhasil melakukan efisiensi dan produktivitas yang luar biasa," kata dia.

"Bukan mahalnya biaya yang menjamin kehebatan, tapi kualitas pendidikan itu sendiri," dia menambahkan.

Baca juga :
Menag: Tak Ada Dalil yang Bisa Menyebabkan Perempuan Itu Terpinggirkan

Dalam kesempatan tersebut, selain menyinggung isu pendidikan, Menag Nasaruddin juga menekankan pentingnya pendekatan ekoteologi, alias pelibatan bahasa agama dalam membentuk sikap cinta lingkungan.

Dia menekankan bahwa penggunaan bahasa agama dalam merawat alam menjadi kunci krusial dalam mengatasi krisis lingkungan yang saat ini menjadi tantangan global.

Baca juga :
Menag: Pesantren Harus Jadi Tempat Paling Aman bagi Anak

"Tanpa bahasa agama, mustahil menciptakan kesadaran lingkungan yang mendalam. Dengan agama, merusak lingkungan itu dosa, memeliharanya adalah pahala," kata Menag dalam Dialog Media bertema `Refleksi Kinerja 2025: dari Kurikulum Cinta Hingga Ekoteologi dan Penanggulangan Bencana` di Jakarta Pusat, Selasa (23/12).

Menag Nasaruddin menilai bahasa agama menjadi pendekatan yang sangat tepat untuk menciptakan kesadaran diri tentang cinta lingkungan. Hal ini bersandar pada dalil agama yang menyebutkan bahwa perbuatan merusak lingkungan merupakan perbuatan dosa.

"Jadi tidak efektif kalau hanya menggunakan bahasa politik, bahasa hukum untuk merawat lingkungan. Jadi harus menggunakan bahasa agama," ujar Menag.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Menteri Agama Nasaruddin Umar Prestasi Madrasah Sekolah Umum

Terpopuler

Selasa, 07/07/2026 06:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Norwegia

Selasa, 07/07/2026 04:04 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Prancis vs Maroko

Selasa, 07/07/2026 11:44 WIB
Olahraga

Persib Resmi Lepas Andrew Jung dengan Harga Fantastis

Rabu, 08/07/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Spanyol vs Belgia

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777