https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Menag Ajak Perbaiki Lingkungan Lewat Pendekatan Agama

Muhammad Habib Saifullah | Selasa, 23/12/2025 23:13 WIB



Menag Nasaruddin Umar terus menggaungkan ekoteologi sebagai pendekatan agama guna menciptakan kesadaran lingkungan Menag Nasaruddin Umar dalam Dialog Media bertema `Refleksi Kinerja 2025: dari Kurikulum Cinta Hingga Ekoteologi dan Penanggulangan Bencana` (Foto: Habib/Jurnas.com)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar terus menggaungkan ekoteologi sebagai pendekatan agama dalam rangka menciptakan kesadaran lingkungan.

Dia menekankan bahwa penggunaan bahasa agama dalam merawat alam menjadi kunci krusial dalam mengatasi krisis lingkungan yang saat ini menjadi tantangan global.

"Tanpa bahasa agama, mustahil menciptakan kesadaran lingkungan yang mendalam. Dengan agama, merusak lingkungan itu dosa, memeliharanya adalah pahala," kata Menag dalam Dialog Media bertema `Refleksi Kinerja 2025: dari Kurikulum Cinta Hingga Ekoteologi dan Penanggulangan Bencana` di Jakarta Pusat, Selasa (23/12).

Baca juga :
Menag: Tak Cukup Regulasi, Cegah Kekerasan Seksual Perlu Perubahan Budaya

Menag Nasaruddin menilai bahasa agama menjadi pendekatan yang sangat tepat untuk menciptakan kesadaran diri tentang cinta lingkungan. Hal ini bersandar pada dalil agama yang menyebutkan bahwa perbuatan merusak lingkungan merupakan perbuatan dosa.

"Jadi tidak efektif kalau hanya menggunakan bahasa politik, bahasa hukum untuk merawat lingkungan. Jadi harus menggunakan bahasa agama," kata dia.

Baca juga :
Menag: Tak Ada Dalil yang Bisa Menyebabkan Perempuan Itu Terpinggirkan

Adapun pendekatan bahasa agama itu termaktub dalam ekoteologi yang Menag Nasaruddin sebut sebagai upaya teologis untuk mengintegrasikan iman dengan kepedulian lingkungan, sehingga hal ini berimplikasi pada pandangan pelestarian alam sebagai ibadah dan amanah Tuhan.

"Intinya ekoteologi itu adalah teologi kita selama ini terlalu maskulin, akibatnya apa? Penebangan, penghancuran, dan sebagainya. Jadi kita perlu green theology, istilah lain dari ekoteologi," kata Menag Nasaruddin.

Baca juga :
Menag: Pesantren Harus Jadi Tempat Paling Aman bagi Anak

Dengan begitu, kata Menag, perlu upaya demaskulanisasi yang mengedepankan kasih sayang guna mencapai tujuan alam yang lestari. "Tuhan kita maha feminim kok, nabi kita feminim, kitab sucinya semuanya feminim, kenapa umatnya super maskulin?" ujar Menag.

Karena itu, Kemenag akan terus mendorong pendekatan bahasa agama dalam menyikapi persoalan lingkungan dengan bekersa sama antara lembaga dan umat beragama.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Menteri Agama Nasaruddin Umar Pendekatan Ekoteologi Kelestarian Lingkungan

Terpopuler

Selasa, 07/07/2026 06:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Norwegia

Selasa, 07/07/2026 04:04 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Prancis vs Maroko

Selasa, 07/07/2026 11:44 WIB
Olahraga

Persib Resmi Lepas Andrew Jung dengan Harga Fantastis

Rabu, 08/07/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Spanyol vs Belgia

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777