Ilustrasi - minuman manis, salah satu minuman yang diam-diam mempercepat kerusakan ginjal (Foto: Getty Images/Istockphoto)
Jakarta, Jurnas.com - Ginjal berperan penting dalam menyaring racun, mengatur cairan tubuh, serta menjaga keseimbangan elektrolit. Namun tanpa disadari, kebiasaan mengonsumsi minuman tertentu dapat memperberat kerja ginjal dan memicu kerusakan fungsi ginjal jangka panjang.
Kerusakan ginjal tidak selalu terjadi secara tiba-tiba. Banyak kasus berkembang perlahan akibat kebiasaan harian, termasuk pilihan minuman.
Minuman berpemanis dalam kemasan mengandung gula tinggi, terutama fruktosa. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes, dua faktor utama penyebab penyakit ginjal kronis.
Gula berlebih juga memicu peradangan dan mempercepat kerusakan pembuluh darah ginjal.
Minuman bersoda mengandung asam fosfat yang dapat mengganggu keseimbangan mineral dalam tubuh. Konsumsi rutin dikaitkan dengan meningkatnya risiko batu ginjal dan penurunan fungsi ginjal, terutama jika asupan air putih rendah.
Minuman energi biasanya tinggi kafein, gula, dan zat aditif lain. Kombinasi ini dapat meningkatkan tekanan darah dan dehidrasi, yang pada akhirnya membebani kerja ginjal. Pada beberapa kasus, konsumsi berlebihan dikaitkan dengan gangguan fungsi ginjal akut.
Berbeda dengan kopi hitam murni, kopi sachet umumnya mengandung gula, krimer, dan natrium dalam jumlah tinggi. Jika dikonsumsi setiap hari, kandungan tersebut dapat meningkatkan tekanan darah dan mempercepat penurunan kesehatan ginjal, terutama pada orang yang sudah memiliki faktor risiko.
Alkohol bersifat diuretik yang dapat menyebabkan dehidrasi. Konsumsi alkohol berlebihan juga meningkatkan tekanan darah dan merusak jaringan ginjal secara bertahap. Dalam jangka panjang, alkohol dapat mempercepat terjadinya gagal ginjal.
Rabu, 29/04/2026 21:30 WIB
Sabtu, 25/04/2026 04:04 WIB
Kamis, 23/04/2026 06:30 WIB