https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Mengenal Jejak Tafsir Nusantara dalam Sejarah Islam

Vaza Diva | Kamis, 25/09/2025 17:20 WIB



berikut ini beberapa tafsir Nusantara yang terkenal dikalangan masyarakat Islam Indonesia Ilustrasi - beberapa tafsir Nusantara yang dikenal kalangan masyarakat Indonesia (Foto: Pexels/Sabriye Zeynep)

Jakarta, Jurnas.com - Para ulama Nusantara sejak abad ke-17 hingga era modern telah menghasilkan karya tafsir Al-Qur`an yang mencerminkan kekayaan tradisi, bahasa, dan tantangan zaman lokal. Di antara yang paling dikenal adalah Tarjuman al-Mustafid dari Aceh dan Tafsir al-Mishbah karya Prof. Muhammad Quraish Shihab.

Tarjuman al-Mustafid adalah tafsir lengkap pertama di Nusantara yang ditulis dalam bahasa Melayu (aksara Arab pegon) oleh ulama Aceh, Abdurrauf al-Sinkili. Kitab ini banyak dijuluki tafsir nusantara tertua yang mencakup 30 juz Al-Qur`an, dan memiliki pengaruh luas di kepulauan Melayu-Indonesia.

Tafsir itu diduga terinspirasi atau sebagian bersumber dari tafsir al-Baidlawi atau tafsir Jalalain, namun al-Sinkili menyesuaikannya agar relevan bagi pembaca Melayu. Karena menggunakan bahasa Melayu, Tarjuman al-Mustafid menjadi jembatan penting antara tradisi tafsir Arab klasik dan kebutuhan umat di Nusantara.

Baca juga :
Mengenal Hari Tasyrik: Makna, Asal Usul hingga Larangan Puasa

Di masa kontemporer, Indonesia turut melahirkan tafsir modern yang memiliki pendekatan tekstual dan rasional. Salah satunya adalah Tafsir al-Mishbah karya Muhammad Quraish Shihab, yang pertama kali diterbitkan tahun 2001 dalam 30 jilid. Tafsir ini tidak hanya menjelaskan kandungan ayat-ayat Al-Qur`an, tetapi juga mengaitkannya dengan isu sosial, budaya, dan perkembangan zaman.

Beberapa pengamat menyebutnya sebagai tafsir paling lengkap di Indonesia. Dalam konteks ke-Indonesiaan, penafsiran Quraish Shihab sering menekankan relevansi bahasa, konteks lokal, dan kepekaan atas tantangan zaman.

Baca juga :
Panduan Adab dan Sunah Hari Jumat Sesuai Tuntunan Rasulullah

Selain kedua karya tersebut, tradisi tafsir Nusantara juga mencakup karya lain seperti Tafsir Marâh Labîd oleh Syekh Nawawi al-Bantani (Banten), tafsir Al-Azhar oleh Hamka, maupun tafsir berbahasa Indonesia seperti Tafsir al-Furqan karya A. Hasan. Karya-karya ini memperlihatkan keberagaman gaya: ada yang bersifat ringkas, ada yang memfokuskan aspek moral-sosial, dan ada pula yang mencoba menjembatani antara tradisi teks klasik dengan kebutuhan kontemporer umat. 

Keberadaan tafsir-tafsir nusantara ini menunjukkan satu hal: umat di kepulauan ini telah aktif menafsirkan kitab suci sesuai bahasa, budaya, dan tantangan lokalnya, tanpa kehilangan keterikatan dengan tradisi tafsir Islam dunia.

Baca juga :
Ini Surat di Al-Qur`an yang Dianjurkan Dibaca pada Hari Jumat

Karya-karya tersebut tidak hanya sebagai warisan intelektual, tetapi juga sebagai sarana guna memahami Al-Qur’an dengan relevansi terhadap kehidupan sehari-hari di Nusantara. (*)

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Info keislaman Al-Qur`an Tafsir Nusantara

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777