https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Sejarah di Balik Hari Bahasa Isyarat Internasional Tiap 23 September

Agus Mughni | Selasa, 23/09/2025 15:15 WIB



Hari Bahasa Isyarat Internasional 23 September: Momentum Pengakuan Bahasa dan Budaya Tuli Ilustrasi - Perempuan sebelah kanan sedang mengkomunikasikan atau memperagakan bahasa isyarat (Foto: Kemendes PDTT)

Jakarta, Jurnas.com - Setiap 23 September, dunia memperingati Hari Bahasa Isyarat Internasional sebagai bentuk pengakuan atas hak komunikasi komunitas Tuli. Peringatan ini menjadi simbol penting dari perjuangan menuju masyarakat yang lebih inklusif dan setara.

Penetapan hari khusus ini dimulai ketika Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengesahkan resolusi pada Desember 2017. Momentum tersebut kemudian mulai diperingati secara resmi sejak tahun 2018.

Tanggal 23 September dipilih karena bertepatan dengan hari berdirinya World Federation of the Deaf (WFD) pada tahun 1951. Organisasi ini berperan besar dalam mendorong pengakuan bahasa isyarat sebagai bahasa resmi di berbagai negara.

Baca juga :
Hari Buku Nasional 17 Mei, Ini Sejarah dan Alasan Diperingati Setiap Tahun

WFD merupakan organisasi internasional yang mewakili sekitar 70 juta orang Tuli di seluruh dunia. Mereka aktif memperjuangkan hak-hak komunitas Tuli di tingkat global, termasuk melalui advokasi ke PBB.

Melalui upaya WFD, gagasan untuk memiliki satu hari internasional yang khusus merayakan bahasa isyarat akhirnya mendapat dukungan penuh dari PBB. Langkah ini dianggap penting untuk meningkatkan kesadaran publik dan mendorong kebijakan yang lebih inklusif.

Baca juga :
Berbagai Cara Merayakan Peringatan Hari Buku Nasional 17 Mei

Peringatan ini tak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga ajakan untuk membuka akses komunikasi yang setara bagi semua. Bahasa isyarat diakui sebagai sarana penting dalam menghapus hambatan sosial yang selama ini dihadapi penyandang Tuli.

Bahasa isyarat memiliki struktur dan ciri khas linguistik yang kompleks, sama halnya dengan bahasa lisan. Saat ini, lebih dari 300 bahasa isyarat digunakan di berbagai belahan dunia.

Baca juga :
Ini Sejarah Lahirnya KPK sebagai Garda Terdepan Antirasuah

Keberagaman tersebut menunjukkan bahwa bahasa isyarat bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga bagian dari identitas budaya yang sah. Karena itu, pengakuan terhadap bahasa isyarat juga berarti menghormati keragaman budaya umat manusia.

Di banyak negara, peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional dirayakan melalui berbagai kegiatan edukatif dan kampanye publik. Mulai dari seminar, pelatihan bahasa isyarat, hingga aksi simbolis seperti penyalaan cahaya biru di gedung-gedung ikonik.

Di Indonesia, momen ini menjadi pengingat pentingnya peran Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan BISINDO mulai diterapkan di lembaga pendidikan, layanan publik, hingga media.

Lebih dari sekadar seremoni tahunan, Hari Bahasa Isyarat Internasional membawa pesan kuat tentang hak, kesetaraan, dan keberagaman. Peringatan ini menegaskan bahwa komunikasi adalah hak dasar setiap manusia, tanpa terkecuali.

Dengan meningkatnya kesadaran global, diharapkan bahasa isyarat tak lagi dipandang sebagai kebutuhan khusus, melainkan bagian dari sistem komunikasi universal. Sebab dunia yang inklusif hanya dapat tercipta jika semua suara—baik terdengar maupun tidak—mendapat ruang yang sama. (*)

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Hari Bahasa Isyarat Internasional 23 September Sejarah

Terkini | Kamis, 06/08/2026 17:23 WIB

News

Baleg DPR: Investor dan Penambang Wajib Kantongi Izin Masyarakat Adat

News

KPK Panggil Anggota DPRD Kaltim Sarkowi terkait Kasus Rita Widyasari

Gaya Hidup

Program Ini Dorong UKM untuk Hadirkan Sustainable yang Kreatif

News

KPK Sita Rp9,5 Miliar dari Pengembangan Suap Restitusi Pajak Banjarmasin

News

Rieke: Putusan Sela Kasus Vidi Jadi Koreksi Penting bagi Penegakan Hukum

Gaya Hidup

Penelitian Ungkap Minum Air Saat Makan Cenderung Makan Lebih Banyak

Gaya Hidup

Super El Nino Berpotensi Picu Perubahan Iklim Permanen: Kita Perlu Waspada

News

Dugaan Pelecehan Pasien BPJS oleh Oknum Nakes Harus Diusut Tuntas

News

Iran Ancam Serang Negara Teluk jika AS Lancarkan Serangan Baru

News

Ledia Hanifa: Sensus Ekonomi Fondasi Kebijakan Pembangunan Tepat Sasaran

News

Usai 10 Tahun, Bandara Deir Ezzor Suriah Beroperasi Kembali

News

Ketua Banggar DPR Dorong Penguatan Sektor Industri dan Pertanian

News

Kementerian PU Optimalkan Pembangunan Infrastruktur Dukung Program Presiden

News

Pasukan Israel Serbu Pengungsi Qalandia, Tangkap Puluhan Warga Palestina

News

800 Ribu Pengungsi Perang Lebanon Mulai Kembali ke Kampung Halaman

Humanika

Tidak Sempurna Iman Seseorang Jika Belum Memiliki Sikap Ini

News

Menkeu: Presiden Perintahkan Stimulus Antisipasi Dampak El Nino Disiapkan

News

Menaker: ASN Kemnaker Harus Hadirkan Dampak Nyata bagi Masyarakat

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777