https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Nafsu, Amanah yang Harus Dikendalikan

Agus Mughni | Jum'at, 19/09/2025 23:12 WIB



Dalam pandangan Islam, nafsu merupakan bagian dari fitrah manusia yang diciptakan Allah sebagai potensi yang bisa mengarah pada kebaikan maupun keburukan Ilustrasi - Mengendalikan nafsu (Foto: Islam Ramah)

Jakarta, Jurnas.com - Dalam pandangan Islam, nafsu merupakan bagian dari fitrah manusia yang diciptakan Allah sebagai potensi yang bisa mengarah pada kebaikan maupun keburukan. Tidak semua nafsu bernilai negatif, ada bentuk nafsu yang justru dicintai oleh Allah SWT.

Karena itu, nafsu diposisikan sebagai ujian hidup yang melekat pada diri setiap insan. Ia tidak selalu berwajah buruk, tergantung bagaimana manusia mengelolanya.

Al-Qur’an menggambarkan nafsu dalam beberapa bentuk, yang masing-masing mencerminkan kondisi jiwa seseorang. Tiga di antaranya yang paling dikenal adalah nafsu ammarah, lawwamah, dan muthmainnah.

Baca juga :
KPK Dalami Pertemuan Hilman Latief dan Yaqut Cholil Bahas Kuota Haji

Nafsu ammarah adalah jenis nafsu yang condong pada keburukan, mendorong manusia mengikuti hawa tanpa kendali. Sedangkan nafsu lawwamah muncul ketika hati mulai sadar, menyesal, dan mengkritik diri sendiri atas dosa.

Sementara itu, nafsu muthmainnah menggambarkan jiwa yang tenang, tunduk, dan diridhai Allah. Inilah tingkat tertinggi dari perjalanan spiritual seorang hamba.

Baca juga :
Kasus Kanker Kolorektal pada Anak Muda Meningkat, Ilmuwan Ungkap Pemicunya

Namun untuk mencapai ketenangan itu, manusia harus melalui perjuangan yang tidak ringan. Dalam hadits disebutkan bahwa jihad terbesar adalah melawan hawa nafsu.

Pernyataan ini menegaskan bahwa godaan bukan selalu datang dari luar, tetapi dari dalam diri sendiri. Nafsu yang tidak dikendalikan bisa menjerumuskan pada kesombongan, kemaksiatan, dan kehancuran.

Baca juga :
FA Luncurkan Penyelidikan Dugaan Kasus Mata-Mata Southampton

Meski begitu, Islam tidak mengajarkan untuk menekan nafsu secara mutlak. Justru, nafsu dianggap sebagai energi yang harus diarahkan agar selaras dengan syariat.

Dari nafsu pula muncul semangat hidup, rasa cinta, keinginan bekerja, dan motivasi berbuat baik. Masalahnya bukan pada keberadaan nafsu, melainkan pada arah dan pengendaliannya.

Oleh sebab itu, iman dan ilmu menjadi dua kompas utama untuk menuntun nafsu ke amal yang benar. Iman menjaga hati tetap sadar akan akhirat, sementara ilmu memandu logika untuk mengenali batas.

Dzikir dan ibadah menjadi cara efektif untuk menenangkan gejolak jiwa. Dalam ibadah seperti puasa, umat Islam diajarkan menahan diri, menundukkan syahwat, dan melatih kedisiplinan spiritual.

Prinsipnya bukan memusuhi nafsu, tapi menjadikan ia alat untuk mendekatkan diri kepada Allah. Karena ketika nafsu tunduk pada iman, ia justru menjadi sumber pahala.

Lebih dari itu, ada bentuk nafsu yang justru dicintai oleh Allah. Yaitu nafsu yang telah dijinakkan, ditundukkan, diarahkan, dan dikendalikan untuk amal kebaikan dan ketakwaan.

Hal ini tergambar dalam konsep nafsu muthmainnah sebagaimana disebut dalam Surah Al-Fajr ayat 27 hingga 30. Jiwa yang tenang dan diridhai akan dipanggil masuk ke dalam surga, sebagai bukti cinta dan penerimaan dari Allah.

Dalam kehidupan sehari-hari, nafsu bisa menjadi jalan pahala jika disalurkan secara benar. Nafsu untuk mencari ilmu, mencari nafkah, bahkan mencintai pasangan—semua bisa bernilai ibadah jika dilandasi niat karena Allah.

Sebaliknya, jika nafsu dibiarkan liar tanpa arah, manusia bisa jatuh ke dalam kehinaan. Al-Qur’an telah mengingatkan bahwa orang yang mengikuti hawa nafsunya akan jauh dari petunjuk.

Namun bagi mereka yang mampu menahan diri dan mengarahkan nafsunya, surga adalah balasan yang dijanjikan. Hal ini tercantum jelas dalam Surah An-Nazi’at ayat 40–41.

Dengan demikian, memahami nafsu adalah langkah awal menuju kedewasaan spiritual. Ia bukan musuh yang harus hapuskan atau dimatikan, melainkan amanah yang wajib dikendalikan. (*)

Wallahu`alam

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Nafsu Islam Islam Amanah ujian iman Pengendalian nafsu

Terkini | Kamis, 06/08/2026 19:02 WIB

News

Sidang Praperadilan Eks Jampidsus Febrie Digelar Pekan Depan

News

Kepala Daerah Diminta Tunjuk Pejabat Khusus Kawal Rehabilitasi Pascabencana

News

Baleg DPR: Investor dan Penambang Wajib Kantongi Izin Masyarakat Adat

News

KPK Panggil Anggota DPRD Kaltim Sarkowi terkait Kasus Rita Widyasari

Gaya Hidup

Program Ini Dorong UKM untuk Hadirkan Sustainable yang Kreatif

News

KPK Sita Rp9,5 Miliar dari Pengembangan Suap Restitusi Pajak Banjarmasin

News

Rieke: Putusan Sela Kasus Vidi Jadi Koreksi Penting bagi Penegakan Hukum

Gaya Hidup

Penelitian Ungkap Minum Air Saat Makan Cenderung Makan Lebih Banyak

Gaya Hidup

Super El Nino Berpotensi Picu Perubahan Iklim Permanen: Kita Perlu Waspada

News

Dugaan Pelecehan Pasien BPJS oleh Oknum Nakes Harus Diusut Tuntas

News

Iran Ancam Serang Negara Teluk jika AS Lancarkan Serangan Baru

News

Ledia Hanifa: Sensus Ekonomi Fondasi Kebijakan Pembangunan Tepat Sasaran

News

Usai 10 Tahun, Bandara Deir Ezzor Suriah Beroperasi Kembali

News

Ketua Banggar DPR Dorong Penguatan Sektor Industri dan Pertanian

News

Kementerian PU Optimalkan Pembangunan Infrastruktur Dukung Program Presiden

News

Pasukan Israel Serbu Pengungsi Qalandia, Tangkap Puluhan Warga Palestina

News

800 Ribu Pengungsi Perang Lebanon Mulai Kembali ke Kampung Halaman

Humanika

Tidak Sempurna Iman Seseorang Jika Belum Memiliki Sikap Ini

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777