https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Kesurupan Menurut Islam dan Sains, Gangguan Gaib atau Masalah Psikologis?

Agus Mughni | Sabtu, 13/09/2025 16:16 WIB



Banyak yang mengaitkan kesurupan dengan gangguan makhluk halus, terutama jin atau setan. Namun, sebagian lain memandangnya sebagai gejala psikologis yang bisa dijelaskan secara medis. Artis cantik Intan Mita pemain sinetron JBW 3 Kesurupan saat syuting. (Foto: Jurnas/Instagram).

Jakarta, Jurnas.com - Fenomena kesurupan atau kerasukan bukan hal asing di masyarakat Indonesia. Kejadian ini sering muncul dalam berbagai konteks, mulai dari ritual adat hingga kejadian tak terduga di sekolah atau tempat kerja.

Banyak yang mengaitkan kesurupan dengan gangguan makhluk halus, terutama jin atau setan. Namun, sebagian lain memandangnya sebagai gejala psikologis yang bisa dijelaskan secara medis.

Dalam Islam, istilah kesurupan dikenal sebagai kondisi di mana jin menguasai tubuh manusia. Pandangan ini memiliki dasar yang kuat dalam teks Al-Qur’an maupun hadits Nabi Muhammad SAW.

Baca juga :
Menag: Tak Ada Dalil yang Bisa Menyebabkan Perempuan Itu Terpinggirkan

Salah satu ayat yang sering dijadikan rujukan adalah Surah Al-Baqarah ayat 275:

“Orang-orang yang makan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila.”

Baca juga :
Mengenal Hari Tasyrik: Makna, Asal Usul hingga Larangan Puasa

Ayat ini dipahami oleh banyak ulama sebagai pengakuan atas realitas kerasukan akibat gangguan jin. Hadis-hadis Nabi pun menyebutkan kemampuan jin memengaruhi manusia, termasuk masuk ke dalam tubuhnya.

Karena itu, Islam mengenal pengobatan spiritual seperti ruqyah syar’iyyah, yakni pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an dan doa-doa tertentu sebagai bentuk ikhtiar penyembuhan. Ruqyah tidak hanya digunakan untuk mengatasi gangguan jin, tapi juga untuk meredakan gangguan kejiwaan atau kecemasan berat.

Baca juga :
Panduan Adab dan Sunah Hari Jumat Sesuai Tuntunan Rasulullah

Di sisi lain, sains memandang kesurupan sebagai fenomena psikologis yang dapat dijelaskan secara klinis. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal dengan istilah dissociative trance disorder atau gangguan trans disosiatif.

Gejalanya meliputi hilangnya kesadaran, perubahan perilaku yang ekstrem, hingga tidak mengenali diri sendiri. Dalam banyak kasus, kesurupan berkaitan erat dengan stres berat, trauma masa lalu, atau tekanan emosional yang tidak tertangani.

Faktor budaya juga memainkan peran penting dalam munculnya kesurupan. Di masyarakat yang masih mempercayai hal-hal mistis, kejadian ini sering muncul sebagai ekspresi kejiwaan kolektif.

Psikolog menyebut fenomena ini sebagai histeria massal, yaitu kondisi di mana banyak orang mengalami gejala yang sama akibat pengaruh sugesti dan tekanan psikologis kelompok. Hal ini menjelaskan mengapa kesurupan sering terjadi di tempat-tempat seperti sekolah, pabrik, atau lingkungan kerja yang penuh tekanan.

Meski pendekatan agama dan sains terlihat berbeda, keduanya tidak selalu saling bertentangan. Dalam praktiknya, banyak kasus kesurupan yang ditangani dengan kombinasi antara ruqyah dan terapi medis.

Islam sendiri tidak menolak pendekatan rasional dalam menangani gangguan kejiwaan. Rasulullah SAW pernah bersabda:

“Setiap penyakit ada obatnya. Maka apabila obat itu sesuai, penyakit akan sembuh dengan izin Allah.” (HR Muslim)

Hal ini menunjukkan bahwa pengobatan dalam Islam tidak hanya bertumpu pada sisi spiritual, tetapi juga membuka ruang untuk pengobatan secara medis dan ilmiah.

Kesadaran akan pentingnya kesehatan jiwa dan raga menjadi kunci dalam menangani fenomena seperti kesurupan. Baik dari sisi agama maupun sains, tujuan akhirnya sama: membantu seseorang kembali ke kondisi yang sehat dan stabil. (*)

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kesurupan Islam Gangguan Psikologi Sains Kerasukan

Terkini | Kamis, 06/08/2026 21:49 WIB

Olahraga

Real Madrid Resmi Segel Transfer Fantastis Yan Diomande

Olahraga

Barcelona dan Real Madrid Saling Sikut Amankan Jasa Rodri

News

Perdana, Mendikdasmen Lantik 15 Kepala Sekolah Nasional Terintegrasi

Olahraga

Cari Pelapis Hakimi, PSG Pertimbangkan Malo Gusto dari Chelsea

Olahraga

Barcola Pilih Liverpool Ketimbang Arsenal jika Dilepas PSG

Olahraga

Spurs Dapat Tawaran Rekrut Folarin Balogun dari AS Monaco

News

Setjen DPR Dorong Digitalisasi Pengadaan BMN, Targetkan Tata Kelola Optimal

News

KPK Bidik PT SGP dan Anak Usaha Telkom Terkait Korupsi Digitalisasi SPBU

News

Komisi III DPR Desak Polisi Usut Jaringan Pemasok Senjata di Pondok Pinang

News

Awali Safari Sulteng, Gus Salam Sowan ke Rais Syuriyah PWNU

News

DPR Soroti Minimnya Kesiapan Pemerintah Hadapi Ancaman Karhutla

News

Sidang Praperadilan Eks Jampidsus Febrie Digelar Pekan Depan

News

Kepala Daerah Diminta Tunjuk Pejabat Khusus Kawal Rehabilitasi Pascabencana

News

Baleg DPR: Investor dan Penambang Wajib Kantongi Izin Masyarakat Adat

News

KPK Panggil Anggota DPRD Kaltim Sarkowi terkait Kasus Rita Widyasari

Gaya Hidup

Program Ini Dorong UKM untuk Hadirkan Sustainable yang Kreatif

News

KPK Sita Rp9,5 Miliar dari Pengembangan Suap Restitusi Pajak Banjarmasin

News

Rieke: Putusan Sela Kasus Vidi Jadi Koreksi Penting bagi Penegakan Hukum

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777