Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu`ti (Foto: Ist/Kemdikdasmen)
Jakarta, Jurnas.com - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu`ti, melantik 17 Kepala Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) secara perdana, yang akan memimpin satuan pendidikan di berbagai daerah.
Mereka menjadi generasi pertama pemimpin SNT yang disiapkan untuk menghadirkan layanan pendidikan sesuai dengan potensi akademik dan nonakademik peserta didik, sekaligus menjadi pelopor model pendidikan yang diharapkan menjadi rujukan peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.
Berlangsung di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta, menjadi tonggak dimulainya penyelenggaraan Sekolah Nasional Terintegrasi sebagai satuan pendidikan yang dirancang untuk memberikan layanan terbaik bagi peserta didik dengan potensi akademik maupun nonakademik di atas rata-rata.
Sebanyak 17 kepala sekolah akan bertugas di Subulussalam, Banyumas, Otorita Ibu Kota Nusantara, Minahasa Utara, Tidore Kepulauan, Bone Bolango, Bogor, Cianjur, Gowa, Kupang, Tarakan, Donggala, Bolaang Mongondow, Jepara, Buton Tengah, Tebo, dan Tanjung Jabung Timur.
Mereka merupakan hasil seleksi nasional yang diselenggarakan Direktorat Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan bersama unit terkait di lingkungan Kemendikdasmen.
"Pelantikan ini menjadi tonggak penting dalam sejarah pendidikan di Indonesia. Saudara-saudara adalah kepala sekolah pertama Sekolah Nasional Terintegrasi yang akan menjadi pelopor dalam menghadirkan layanan pendidikan terbaik bagi generasi unggul Indonesia," ujar Abdul Mu`ti.
Menteri Mu`ti menjelaskan bahwa Sekolah Nasional Terintegrasi dibangun bukan untuk menciptakan eksklusivitas dalam pendidikan, melainkan memberikan ruang belajar yang sesuai dengan kemampuan peserta didik sekaligus menjadi sekolah rujukan yang mampu menghadirkan praktik-praktik terbaik dalam penyelenggaraan pendidikan.
"Menjadi pionir tentu tidak selalu mudah, tetapi Bapak dan Ibu akan menjadi bagian dari sejarah pendidikan Indonesia. Saya berharap Saudara-saudara dapat melaksanakan amanah ini dengan penuh dedikasi, kreativitas, dan semangat kolaborasi sehingga Sekolah Nasional Terintegrasi benar-benar menjadi ruang tumbuh bagi generasi terbaik bangsa," Mendikdasmen menambahkan.
Komitmen untuk membangun Sekolah Nasional Terintegrasi sebagai pusat pengembangan talenta juga tercermin dari semangat para kepala sekolah yang baru dilantik.
Kepala Sekolah Nasional Terintegrasi 13 Bolaang Mongondow, Budiardjo Mamonto, memandang amanah tersebut sebagai kesempatan untuk menghadirkan pendidikan yang lebih berkualitas di daerah melalui kolaborasi dan pemanfaatan transformasi digital.
"Saya tertarik mengambil tantangan baru untuk bersama-sama memajukan bangsa melalui pendidikan. Kami akan membangun kolaborasi agar pembelajaran di Sekolah Nasional Terintegrasi benar-benar sesuai dengan kebutuhan murid dan mampu mendukung pemerataan pendidikan yang bermutu di Indonesia," ujar Budiardjo.
Optimisme serupa disampaikan Kepala Sekolah Nasional Terintegrasi 11 Tarakan, Friny Napasti. Dia berharap Sekolah Nasional Terintegrasi berkembang menjadi pusat pengembangan talenta di daerah yang mampu melahirkan lulusan berkarakter, berprestasi, dan memiliki wawasan global.
"Saya ingin berkontribusi membangun fondasi Sekolah Nasional Terintegrasi sebagai pusat keunggulan di daerah. Kami berharap dukungan dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah terus menguat agar visi besar Sekolah Nasional Terintegrasi dapat terwujud," tutur Friny.
Kamis, 06/08/2026 21:50 WIB
Selasa, 04/08/2026 14:16 WIB