https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Peran Pendamping Desa Takkan Berakhir Meski Semua Desa Telah Mandiri

Eko Budhiarto | Sabtu, 05/08/2023 09:53 WIB



Menteri yang akrab disapa Gus Halim ini menambahkan, peran pendamping desa tidak hanya strategis dan penting dalam pembangunan desa. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar pada Rapat Sinergitas dan Konsolidasi TPP dalam Pemberdayaan Masyarakat Desa di Kabupaten Bireuen Provinsi Aceh di Aula Hj. Fauziah Convention Hall, Jumat (4/8/2023). (Foto: Humas Kemendes PDTT)

Bireuen, Jurnas.com - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menegaskan peran pendamping desa tidak akan berakhir, bahkan ketika desa telah mandiri dan Indonesia telah maju.

Karena pendamping desa punya dua tugas berat yang harus selalu diemban, yaitu pendampingan terhadap peningkatan SDM dan pengembangan ekonomi di desa.

"Keberadaan pendamping desa tidak akan pernah selesai. Kalau desa sudah mandiri kalau Indonesia sudah maju, tugas pendamping juga tetap banyak. Karena pembangunan yang paling kompleks, sulit, dan banyak tantangan adalah terkait perkembangan ekonomi dan peningkatan SDM," tegasnya dalam Rapat Sinergitas dan Konsolidasi TPP dalam Pemberdayaan Masyarakat Desa di Kabupaten Bireuen Provinsi Aceh di Aula Hj. Fauziah Convention Hall, Jumat (4/8/2023).

Baca juga :
Kolaborasi Lintas Sektor, Mendes Yakin Pemerataan Ekonomi Desa Terwujud

Menteri yang akrab disapa Gus Halim ini menambahkan, peran pendamping desa tidak hanya strategis dan penting dalam pembangunan desa. Pendamping desa yang berjumlah 35.000 orang juga merupakan pilar ketiga sekaligus penentu besar baik tidaknya hasil kinerja Kemendes PDTT.

Maka dari itu, Gus Halim terus berupaya untuk meningkatkan kesejahteraannya agar seimbang dengan tugas yang harus dilaksanakan. Ia juga berpesan agar seluruh pendamping desa solid dan saling mendukung satu sama lain.

Baca juga :
Kejagung Temukan Perusahaan Bayangan Terkait TPPU Zarof Ricar

"TPP harus jadi satu skuadron. Dia tidak akan kuat menjadi pilar kalau terpecah-pecah. Pendamping desa harus solid betul-betul menyatu karena pendamping desa kalau tidak solid tidak akan kuat menopang tugas Kemendes PDTT," ujarnya.

Dalam acara itu Gus Halim menyerahkan santunan dan Jaminan Hari Tua dari BPJS kepada keluarga Almarhum Rasman Halidi PLD Kabupaten Aceh Tengah senilai Rp43.693.299, Almarhumah Sri Mulyati PLD Kab Aceh Timur Rp43.796.011, dan Almarhumah Isnani PLD Kabupaten Aceh Timur Rp43.695.392.

Baca juga :
Rita Widyasari Sudah Bebas, KPK Kejar Kasus Pencucian Uang

Selain itu juga ada dana solidaritas dari TPP Aceh untuk Almarhumah Isnani sebanyak Rp19.720.000, hasil iuran sukarela yang diyakini Gus Halim sebagai bukti solidnya pendamping desa di provinsi tersebut.

Hadir dalam acara tersebut Kepala Pusat PPMDDTT M Yusra, PJ Bupati Bireuen Aulia Sofyan, Anggota Komisi V DPR RI Ruslan M Daud, Kepala Dinas PMD Kabupaten Bireuen, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Banda Aceh, serta ribuan pendamping desa se-Provinsi Aceh.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kinerja Menteri Desa Gus Halim Pendamping Desa TPP Kemendes PDTT

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777