https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

ALFI Nilai Penting Transformasi Bisnis Logistik ke Supply Chain

Aliyudin Sofyan | Kamis, 16/02/2023 16:52 WIB



Ancaman lain yang juga sangat mengkhawatirkan perekonomian dunia saat ini adalah perubahan iklim global dan banyaknya bencana alam (kekeringan, banjir, tanah longsor, gempa bumi, dll) di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Ketua Umum DPP DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi (ketujuh dari kiri) bersama instansi terkait dalam Muswil ke-V DPW ALFI Kalimantan Barat. Foto: dok. jurnas

JAKARTA, Jurnas.com - Ketua Umum DPP DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi mengatakan, bisnis logistik dan rantai pasok tidak mengenal batas waktu dan wilayah, sehingga kita dituntut memiliki SDM yang inovatif, kreatif, dinamis dan kolaboratif untuk mencapai kesuksesan bisnis.

Untuk itu, membuka pola pikir pebisnis juga penting, agar kita dapat menyesuaikan dengan perkembangan bisnis di tingkat nasional maupun global.

"Bisnis logistik dan rantai pasok tidak hanya berkutat di Pelabuhan atau bandara, tetapi kegiatan ekonomi dari hulu hingga hilir," ujar Yukki Nugrahawan Hanafi, saat berbicara pada Muswil ke V-ALFI Kalimantan Barat pada Kamis (16/2/2023).

Baca juga :
Gugatan PLK di PTUN Jakarta Ancam Kepemilikan Aset Negara

Yukki juga mengingatkan beberapa isue penting saat ini di tengah menurunnya kasus Pandemi Covid-19 dan Indonesia kini mengarah ke era endemi. Disisi lain kita dihadapkan kepada banyak persoalan tantangan global yang perlu kita antisipasi karena berimbas ke Indonesia, antara lain terjadinya krisis energi dan krisis pangan global, akibat perang Rusia-Ukraina.

Dia menambahkan, ancaman lain yang juga sangat mengkhawatirkan perekonomian dunia saat ini adalah perubahan iklim global dan banyaknya bencana alam (kekeringan, banjir, tanah longsor, gempa bumi, dll) di berbagai negara, termasuk di Indonesia.

Baca juga :
Tingkatkan Mutu Pendidikan, PGRI Dorong Guru Adaptif Hadapi Perubahan

"Permasalahan global tersebut kini telah mengganggu rantai pasok (supply chain) global, yang juga menganggu rantai pasok di Indonesia, sehingga mengakibatkan langkanya kontainer, ruang kapal terbatas dan tarif kapal melonjak tinggi, dll," ucapnya.

Isu lainnya yang tak kalah penting, imbuh Yukki, soal hiper Inflasi di banyak negara dan naiknya suku bunga bank sentral di AS dan negara lainnya, termasuk Indonesia.

Baca juga :
Komisi X DPR Akan Bawa Aspirasi Dosen PPPK ke Kemdiktisaintek

"Namun kita patut bersyukur perekonomian Indonesia masih tumbuh 5,3% tahun lalu dengan inflasi relative rendah, yaitu 5,51% pada tahun 2022," ujarnya.

Ketum ALFI menegaskan pentingnya transformasi bisnis logistik ke arah yang lebih luas, yakni ke rantai pasok (supply chain), sehingga pebisnis logistik tidak bisa lagi hanya mengandalkan kegiatan di Pelabuhan atau Bandar Udara.

"Namun pebinis logistik mesti mengubah strategi dan menyesuaikan perkembangan ekosistem perekonomian nasional dan global," paparnya.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

ALFI Logistik Supply Chain

Terpopuler

Minggu, 05/07/2026 20:30 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Portugal vs Spanyol

Jum'at, 03/07/2026 03:03 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Australia vs Mesir

Sabtu, 04/07/2026 06:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Belgia vs Amerika Serikat

Humanika

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777