Mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei (Foto: WANA via REUTERS)
Teheran, Jurnas.com - Puluhan ribu peziarah berpawai di jalanan Teheran, Iran pada Senin (6/7) di sela-sela rangkaian prosesi pemakaman Ayatullah Ali Khamenei, yang gugur dalam serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Keranda mendiang Khamenei beserta empat anggota keluarganya diangkut menggunakan truk besar, sementara pemadaman kebakaran menyemprotkan air untuk menjaga para peserta pawai tetap merasa sejuk.
Saat mereka melewati bawah jembatan, para pelayat melemparkan batu ke papan reklame yang tergantung di atas, yang menampilkan Presiden AS Donald Trump dengan peluru yang diarahkan ke kepalanya.
"AS membunuh ayah kami. Kami tidak akan membiarkanmu pergi," demikian tulisan yang tertera dalam reklame tersebut, dikutip dari Arab News.
Kerumunan massa tampak mengibarkan bendera Iran dan spanduk merah dengan slogan yang menyerukan `para pembalas dendam Khamenei`, mengadaptasi ungkapan yang menjadi inti Islam Syiah sejak cucu Nabi Muhammad terbunuh dalam pertempuran pada abad ketujuh.
Rezim teokrasi Iran berencana untuk mendatangkan banyak orang ke upacara tersebut di seluruh kota, untuk menunjukkan dukungan rakyat kepada pemerintah.
Pemakaman pendahulunya, Ayatullah Ruhollah Khomeini, pada 1989 dihadiri sekitar 10 juta orang, menurut kantor berita negara IRNA, dan gelombang massa menewaskan lebih dari 10 orang dan melukai lebih dari 10.000 orang.
Diketahui, ribuan orang memadati Grand Mosalla pada Minggu (5/7), untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Khamenei dan empat anggota keluarganya. Pemerintah memasang dinding beton tebal antara keranda dan peziarah untuk mencegah situasi tidak terkendali.