https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Larang Penelitian Robot Pembunuh AI, PBB: Itu Menjijikkan!

Mutiul Alim | Senin, 06/07/2026 21:54 WIB



Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan pelarangan internasional perihal penelitian robot pembunuh berbasis kecerdasan buatan (AI) Sekjen PBB, Antonio Guterres (Foto: Doknet)

New York, Jurnas.com - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan pelarangan internasional perihal penelitian robot pembunuh berbasis kecerdasan buatan (AI), guna memastikan keselamatan umat manusia.

Hal ini disampaikan oleh Sekjen PBB, Antonio Guterres, dalam Dialog Global Tata Kelola AI di Jenewa, Swiss, sebagaimana dikutip dari Arab News pada Senin (6/7).

Dalam pidatonya yang dihadiri 193 negara anggota PBB, Guterres mengatakan bahwa AI berkembang dengan kecepatan yang tak terkendali, membentuk kembali perekonomian, pasar tenaga kerja, pemilihan umum, dan keamanan global lebih cepat daripada yang dapat dikelola oleh pemerintah, atau bahkan para pengembangnya sendiri.

Baca juga :
Mulai 2026, 80 Persen Beasiswa LPDP Difokuskan ke Bidang STEM

"Itu tidak berkelanjutan. Dan itu tidak dapat diterima. Sebagian besar negara termasuk banyak negara berkembang, tidak memiliki suara dalam keputusan tentang sistem yang akan membentuk masa depan mereka," ujar Guterres.

Khusus aplikasi AI dalam militer, Guterres menggarisbawahi bahaya penelitian robot pembunuh AI, senjata otonom mematikan yang mampu memilih dan menyerang target tanpa kendali manusia.

Baca juga :
Imbas Pengelolaan Data dan Dampak AI, OpenAI Hadapi Penyelidikan Masif di A

"Itu menjijikkan secara moral. Itu tidak dapat diterima secara politik. Dan itu harus dilarang oleh hukum internasional," kata dia.

Karena itu, Guterres menguraikan empat prioritas bagi pemerintah anggota PBB. Pertama, standar keselamatan internasional umum untuk sistem AI mutakhir. Kedua, garis merah hak asasi manusia yang dapat ditegakkan untuk memastikan manusia mempertahankan otoritas pengambilan keputusan akhir dalam peradilan, perawatan kesehatan, dan kepolisian.

Baca juga :
Menaker Ajak Negara Asia Pasifik Perkuat Pelatihan Tenaga Kerja di Era AI

Selanjutnya, dukungan peningkatan kapasitas yang diperluas untuk negara-negara berkembang. Serta, transparansi yang lebih besar seputar jejak lingkungan AI.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Robot Pembunuh AI Kecerdasan Buatan Antonio Guterres

Terpopuler

Minggu, 05/07/2026 20:30 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Portugal vs Spanyol

Jum'at, 03/07/2026 03:03 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Australia vs Mesir

Sabtu, 04/07/2026 06:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Belgia vs Amerika Serikat

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777