Rabu, 15/04/2026 16:38 WIB

Impor Gula Pemerintah Mepet Musim Giling Petani Lokal





Seharunya keputusan untuk mengimpor gula sudah dipertimbangkan jauh-jauh sebelumnya, bukan pada saat musim giling tebu.

Pengamat Pertanian, Bayu Krisnamurthi di sela peringatan Hari Kopi Nasional yang dihelat di Auditorium Gedung F Kementerian Pertanian, Rabu 11 Maret 2020. (Foto: Supi/JURNAS))

Jakarta, Jurnas.com - Stok gula dalam negeri makin hari-makin menipis. Harganya pun meroket dari yang dipatok pemerintah, yaitu Rp12.500 per kg menjadi Rp17.000 per kg pada Rabu (11/3).

Menteri Perdagangan (Mendag), Agus Suparmanto mengatakan, gula kristal mentah (GKM) impor sebanyak 260 ribu ton sudah mulai masuk pada akhir Maret untuk menekan harga tersebut.

Jumlah tersebut merupakan bagian dari persetujuan impor (PI) yang diterbitkan Kemendag sebanyak 438,8 ribu ton.

Pemerintah mengusulkan impor gula, salah satunya untuk menjaga pasokan dan mengatasi harga gula dalam negeri yang terus bergerak di zona merah menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), yaitu Puasa dan Idul Fitri.

Meski demikian, keputusan pemerintah untuk mengimpor gula tersebut dinilai terlalu mepet dengan musim giling tebu 2020, yang artinya akan menjadi ancaman bagi petani tebu lokal. 

Pengamat Pertanian, Bayu Krisnamurthi menilai, seharunya keputusan pemerintah untuk mengimpor gula sudah dipertimbangkan jauh-jauh sebelumnya, bukan menjelang musim giling tebu.

"Sekarang kalau baru diputuskan untuk ditambah, repot. Karena sebentar lagi akan giling. Harusnya diambil putusannya kemarin, mungkin Oktober atau November, segera dikeluarkan sehingga gulanya masuk dia (petani, Red) jadi lebih tenang," ujar Bayu.

"Jadi pada waktu panen ini harusnya justru gak boleh masuk (impor). Kemudian, yang saja takutnya juga pas kita putuskan impor untuk mengisi dan mengendalikan harga, tidak bisa karena ada gangguan perdagangan dan transportasi," tegasnya.

Sekedar diketahui, izin impor gula mentah diberikan kepada ke Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta. Namun, belum terdapat rincian alokasi kuota impor yang didapat masing-masing perusahaan.

Informasi jatah kuota impor baru disampaikan oleh Perum Bulog, yaitu 29.750 ton.

KEYWORD :

Harga Gula Impor Gula Musim Giling Tebu Keberpihakan Pemerintah Bayu Krisnamurthi




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :