Arus kendaraan yang keluar masuk tol Palimanan
Jakarta - Komisi VI DPR menilai tarif Jalan Tol Solo-Ngawi perlu dievalusi. Pasalnya, tarif yang diberlakukan sebesar Rp 1000 per kilometer itu masih cukup mahal.
Anggota Komisi VI DPR RI Nyat Kadir mengatakan, tarif yang telah dirasionalisasi dari Rp 1300 per Km itu berimbas pada minimnya pengguna. Golongan III bahkan hanya menyumbang 0,8 persen melewati jalan tol sepanjang 90 Km ini. Sementara Golongan I mencapai 90 persen."Tarif jalan tol ini masih mahal buat rakyat, perlu dievaluasi lagi. Solo-Ngawi ini sampai ratusan ribu, bagi rakyat kecil ini berat. Jadi terkesan hanya untuk kalangan menengah ke atas. Padahal maksud Presiden Joko Widodo, tol ini dibangun untuk semua kalangan," kata Nyat saat mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi VI DPR meninjau Jalan Tol Solo-Ngawi dan Rest Area KM 519A di Sragen, Jawa Tengah, Kamis (14/2).Legislator Partai NasDem ini menyarankan, agar jalan tol yang baru diresmikan pada November 2018 lalu itu menarik pengguna, operator jalan tol bisa menggratiskan atau memberi diskon tarif kepada pengguna. Menurutnya, masyarakat jangan dikejutkan dengan harga yang langsung mahal. Apalagi, masih kata Nyat, keluhan akan mahalnya tarif tol ini bukan hanya ruas tol Solo-Ngawi, namun juga di beberapa tol lain.
Ikuti Update jurnas.com di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Tarif Tol Mahal Warta DPR























