Jum'at, 03/05/2024 03:23 WIB

Mahyudin: Kepala Daerah yang Berintegritas Sudah jadi Kebutuhan

Kebutuhan akan pemimpin yang berintegritas di Indonesia menjadi satu kebutuhan terutama untuk kepala daerah mengingat banyaknya kepala daerah terkena kasus korupsi.

Wakil Ketua MPR Mahyudin

Samarinda - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Mahyudin megatakan, saat ini kebutuhan akan pemimpin yang berintegritas di Indonesia menjadi satu kebutuhan terutama untuk kepala daerah mengingat banyaknya kepala daerah terkena kasus korupsi.

Selain pemimpin yang berintegritas untuk kebutuhan daerah, tokoh-tokoh daerah seperti di Kaltim juga mesti didorong untuk lebih berkiprah dalam lingkup nasional seperti masuk dalam jajaran kabinet atau pimpinan lembaga negara.

Demikian disampaikan dihadapan mahasiswa dan mahasiswi berbagai fakultas Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda yang memenuhi aula Universitas 17 Agustus 1945 saat menjadi pembicara dalam rangkaian acara Roadshow Seminar Motivasi KAMI Indonesia, di berbagai kampus di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), Rabu (11/4).

Mahyudin mengutarakan, dalam momen tahun politik pilkada 2018 ini banyak sekali tokoh-tokoh Kaltim yang memiliki integritas sebagai kepala daerah. Bahkan, memiliki integritas pula untuk berkiprah dalam lingkup nasional.

"Tapi saya sendiri pribadi ketika didorong untuk menjadi Gubernur, saya lebih membuka jalan kepada tokoh lain. Saya sudah berhasil merintis sebagai putra daerah, dari daerah terpencil di Sangatta, bukan anak pembesar tapi mampu berkiprah secara nasional. Malah saya ingin mendorong putera dan puteri daerah lainnya untuk berani berkiprah secara nasional.  Kalau perlu masuk ke kabinet menduduki posisi tiga menteri, saya yakin pasti mampu," katanya.

Masalah besarnya, lanjut Mahyudin, adalah kesempatan yang sangat minim. Namun, jika putera daerah diberi kesempatan, daerah harus kompak dengan saling mendukung.  Jangan menggunakan ilmu kepiting.  Beberapa ekor kepiting jika dimasukkan ke dalam baskom pasti salah satu akan berusaha naik keatas untuk meloloskan diri. Tapi, kepiting lain pasti menariknya terus kebawah hingga upaya kepiting tersebut sia-sia.

"Memang secara alamiah pada dasarnya manusia itu lahir dengan semangat kompetisi, namun kompetisi yang sehat, positif dan menjunjung etika. Sebuah bangsa harus kuat tidak boleh lemah harus kuat dalam kompetisi global. Semangat kompetisi seperti itu harus ada, mengungguli pihak lain dengan cara yang baik, sehat, sesuai dengan agama dan beradab, itulah semangat kompetisi yang harus kita bangun," tegasnya.

KEYWORD :

Warta MPR Mahyudin Mahasiswa Roadshow




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :