Ilustrasi Impor Beras
Jakarta – Kebijakan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita terkait impor beras sebanyak 500.000 ton dinilai justru menyengsarakan petani. Selain itu, impor beras tersebut bertentangan dengan nawacita Presiden Jokowi.
Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo menegaskan, sangat kecewa dan mengecam keras kebijakan Mendag yang membuat kecewa dan menyengsarakan para petani di tanah air."Kebijakan import yang dilakukan Mendag akan semakin mensengsarakan petani dan tidak sejalan dengan nawacita presiden Joko Widodo," kata Firman, ketika dihubungi, Jakarta, Sabtu (13/1).Kata Firman, sesuai informasi yang didapat dan didukung data bahwa surplus beras sudah dapat dicapai dan dipertanggungjawabkan. Karena faktanya Januari 2018 stok beras masih ada dimana-mana. Bahkan harga baik menjelang lebaran dan natal tahun baru juga dapat terkendali.Baca juga :
Jamaah Haji Pakai Caping ala Petani
Lebih jauh Firman mengingatkan jika di tahun 2018 adalah tahun politik dan semua pihak diminta waspada. Sebab, kebijakan tersebut juga bisa dijadikan fan reacesing untuk kepentingan tertentu."Kejadian ini sangat janggal karena impor beras harusnya merujuk pada UU Pangan bilamana produk nasional dan stok nasional tidak tercukupi maka baru diperbolehkan impor. Itupun harus dapat rekomendasi dari Kementerian Pertanian (Kementan),” tegas Firman.
Jamaah Haji Pakai Caping ala Petani
Ikuti Update jurnas.com di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Impor Beras Petani Menteri Perdagangan Menteri Pertanian




















