Jum'at, 22/05/2026 20:36 WIB

Salah Satu dari Bulan Haram, Ini Keutamaan Bulan Zulhijjah





Bagian awal dari bulan Zulhijjah, khususnya tanggal 1 hingga 10, merupakan waktu-waktu yang memiliki fadhilah amat besar.

Ilusrasi - Keistimewaan dan Keutamaan Bulan Zulhijjah (Foto: RRI)

Jakarta, Jurnas.com - Bulan Zulhijjah merupakan bulan kedua belas dalam kalender Hijriyah yang memiliki kedudukan sangat agung dalam tradisi Islam.

Selain menjadi waktu pelaksanaan ibadah haji dan penyembelihan hewan kurban, Zulhijjah juga termasuk dalam salah satu dari empat bulan haram (asyhurul hurum)—bersama Muharram, Rajab, dan Dzulqa`dah—di mana umat Muslim dilarang melakukan kezaliman dan sangat dianjurkan untuk meningkatkan amalan ibadah.

Dihimpun dari berbagai sumber, terdapat beberapa keutamaan besar bulan Zulhijjah yang menjadikannya sebagai salah satu momentum spiritual paling penting sepanjang tahun:

1. Sepuluh Hari Pertama yang Dicintai Allah SWT

Bagian awal dari bulan Zulhijjah, khususnya tanggal 1 hingga 10, merupakan waktu-waktu yang memiliki fadhilah amat besar.

Dalam sebuah riwayat hadis sahih, dinyatakan bahwa tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai oleh Allah SWT melebihi amal saleh yang dilakukan pada sepuluh hari pertama di bulan Zulhijjah ini.

Bahkan jika dibandingkan dengan jihad fi sabilillah, kecuali bagi mereka yang mengorbankan jiwa dan seluruh hartanya tanpa sisa.

2. Menjadi Waktu Bersatunya Induk Ibadah Islam

Zulhijjah memiliki kekhasan yang tidak dimiliki oleh bulan-bulan lainnya dalam kalender Islam. Pada bulan ini, seluruh ibadah pokok atau induk dalam Islam terlaksana secara bersamaan secara komparatif.

Jemaah dapat melaksanakan salat, menunaikan zakat atau sedekah, menjalankan ibadah puasa sunah, hingga melaksanakan ritual ibadah haji di Tanah Suci yang melibatkan dimensi fisik, mental, dan finansial sekaligus.

3. Kehadiran Hari Arafah dan Penghapusan Dosa

Pada tanggal 9 Zulhijjah, umat Muslim yang menunaikan ibadah haji melaksanakan wukuf di Padang Arafah. Sementara bagi umat Muslim yang tidak sedang berhaji, hari tersebut menjadi momentum untuk melaksanakan puasa sunah Arafah.

Berdasarkan penegasan riwayat hadis, puasa pada hari Arafah memiliki keutamaan dapat menghapuskan dosa-dosa bagi jemaah atau pelaksananya selama dua tahun, yaitu satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang.

4. Kedudukan Hari Raya Idul Adha dan Hari Tasyrik

Tanggal 10 Zulhijjah diperingati sebagai Hari Raya Idul Adha atau Yaumun Nahr (hari penyembelihan), yang disebut dalam riwayat sebagai salah satu hari paling agung di sisi Allah SWT.

Keutamaan ini kemudian berlanjut pada hari-hari Tasyrik, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijjah. Pada masa tersebut, umat Muslim dilarang berpuasa dan diwajibkan untuk menikmati hidangan serta memperbanyak zikir mengagungkan nama Allah SWT.

5. Termasuk dalam Bulan yang Dimuliakan (Asyhurul Hurum)

Sebagai bagian dari bulan haram, Zulhijjah membawa kehormatan khusus di mana setiap amal kebaikan yang dilakukan di dalamnya akan mendapatkan ganjaran pahala yang dilipatgandakan.

Sebaliknya, setiap tindakan maksiat atau kezaliman yang dilakukan pada bulan-bulan ini juga dipandang memiliki bobot dosa yang lebih besar dibandingkan jika dilakukan pada bulan-bulan biasa di luar bulan haram.

KEYWORD :

Bulan Zulhijjah Bulan Haram Keutamaan Zulhijjah




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :