Senin, 19/10/2026 16:09 WIB

Asap Karhutla Meluas, Kemenkes Siapkan Masker, Oksigen, dan Obat-obatan





Foto: Ilustrasi Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) di Indonesia. (Gemini)

Jakarta, Jurnas.com - Pemerintah mempercepat penyaluran bantuan kesehatan untuk masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra dan Kalimantan. Langkah ini mencakup pengiriman tambahan 500 ribu masker untuk setiap provinsi terdampak, penyediaan alat konsentrator oksigen, penambahan obat-obatan, hingga penguatan layanan rumah oksigen di puskesmas.

Kebijakan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi penanganan karhutla bidang kesehatan di Jakarta, Sabtu (17/10). Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono menekankan perlunya respons darurat terpadu antara pemerintah pusat dan daerah untuk menangani dampak kesehatan akibat asap karhutla.

"Pemenuhan kebutuhan medis dan logistik harus dieksekusi sesegera mungkin. Kita semua harus bergerak bersama mengambil langkah cepat dan sigap untuk mengatasi ancaman kesehatan yang dihadapi masyarakat terdampak Karhutla," ujar Sugiono dalam keterangan resmi Kemenkes.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menginstruksikan percepatan distribusi logistik medis dan penyiapan layanan kesehatan darurat melalui kolaborasi erat dengan dinas kesehatan setempat untuk melindungi masyarakat terdampak.

Rapat koordinasi tersebut melibatkan kepala dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota dari tujuh wilayah terdampak karhutla (Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah), kepala puskesmas, serta kepala unit pelaksana teknis (UPT) Kemenkes.

Pertemuan harian ini bertujuan memperkuat koordinasi pusat dan daerah dalam memetakan kondisi terkini masyarakat di lapangan sekaligus memastikan bantuan medis tiba tepat waktu dan tepat sasaran.

Menkes Budi menegaskan, pemenuhan kebutuhan logistik kesehatan di daerah terdampak asap tebal tidak boleh tertunda dan memerlukan dukungan penuh pemerintah daerah. Ia menginstruksikan pengiriman 500 ribu masker tambahan untuk setiap provinsi terdampak, disertai oxygen concentrator (OC) dan obat-obatan sesuai kebutuhan daerah.

"Kirimkan segera 500 ribu masker tambahan untuk setiap provinsi terdampak, beserta oxygen concentrator, dan pasokan obat-obatan yang jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan daerah. Seluruh Puskesmas di wilayah terdampak wajib membuka layanan rumah oksigen dan menjamin ketersediaan obat-obatan, khususnya untuk penanganan ISPA dan diare," kata Menkes Budi.

Untuk memberi perhatian khusus kepada anak, ibu hamil, dan lansia, Kemenkes bersama pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat dan tenaga kesehatan setempat menyiagakan penjangkauan layanan Posyandu ke rumah-rumah.

Layanan Posyandu ke rumah warga tersebut disiapkan untuk memastikan anak, ibu hamil, dan lansia tetap mendapatkan pelayanan kesehatan secara optimal saat masyarakat diimbau bertahan di dalam rumah.

Selain itu, Menkes juga meminta kepada tenaga kesehatan memberikan pertolongan kepada para pemadam kebakaran yang tengah bertugas yang membutuhkan layanan kesehatan di lapangan.

Guna memperkuat penanganan krisis di lapangan bersama dinas kesehatan setempat, Kemenkes menerjunkan kembali tim Pusat Krisis Kesehatan (Puskris) guna memantau distribusi bantuan, operasional rumah oksigen, serta kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.

Tim juga turun langsung untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan warga agar penanganan dapat berjalan efektif, terpadu, dan sesuai kebutuhan daerah.

KEYWORD :

Kementerian Kesehatan Asap Karhutla Bantuan Kesehatan




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :