Jum'at, 16/10/2026 19:04 WIB

RI Kecam Langkah Kolombia Pindakan Kedubes ke Yerusalem





Indonesia mengecam keputusan Kolombia yang memindahkan kedutaan besarnya di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Seorang wanita Palestina berdoa di kompleks al-Aqsa, yang juga dikenal oleh orang Yahudi sebagai Bukit Bait Suci, di Kota Tua Yerusalem 5 Maret 2024. REUTERS

Jakarta, Jurnas.com - Indonesia bersama sejumlah negara Arab dan Islam laiannya mengecam keras terhadap keputusan Kolombia untuk memindahkan kedutaan besarnya di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Kecaman tersebut disampaikan melalui pernyataan para menteri luar negeri Indonesia beserta Aljazair, Arab Saudi, Djibouti, Kuwait, Lebanon, Libya, Malaysia, Mesir, Oman, Pakistan, Palestina, Sudan, Suriah, Qatar, Turkiye, Yaman, dan Yordania.

"Para menteri menyampaikan kecaman dan penolakan kerasnya atas pembukaan Kedutaan Besar Republik Kolombia di Yerusalem, langkah yang melanggar resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa," menurut pernyataan bersama para menlu, dikutip Antara.

Mereka menilai langkah tersebut dapat menggagalkan upaya bersama komunitas internasional mencapai “keadilan dan perdamaian yang langgeng berdasarkan solusi dua negara”.

Para menlu memandang segala langkah untuk mengubah status sejarah ataupun hukum Yerusalem yang diduduki Israel, termasuk mengakui wilayah tersebut sebagai ibu kota Israel, secara sendirinya gugur dan tidak sah menurut hukum internasional.

Posisi tersebut adalah sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 476 dan 478 tahun 1980 yang menolak upaya pengubahan status maupun ciri khas Yerusalem. Resolusi tersebut juga menyerukan negara-negara menarik misi diplomatiknya dari Yerusalem, wilayah Palestina yang diduduki Israel sejak 1967.

“Para menlu menyerukan pemerintah Kolombia untuk mempertimbangkan dan membatalkan keputusan tersebut,” kata para menlu dalam pernyataannya.

Mereka mendorong Kolombia untuk memenuhi kewajibannya terhadap hukum internasional dan tidak melakukan hal-hal yang dapat melanggar hak asasi rakyat Palestina.

Para menlu juga kembali menegaskan dukungan atas terwujudnya negara Palestina yang merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

Seperti dilaporkan Xinhua, Kolombia telah membuka kedutaan besarnya di Yerusalem pada Rabu (14/10). Upacara pembukaan disiarkan langsung oleh biro pers rezim zionis Israel, dihadiri oleh Menlu Kolombia Omar Bula Escobar dan petinggi urusan luar negeri rezim zionis Gideon Sa`ar.

Menjadi negara ke-10 yang kini punya kedubes di Yerusalem, Kolombia sebenarnya sempat putus hubungan dengan Israel pada era kepresidenan Gustavo Petro pada Mei 2024, sebelum dipulihkan sepenuhnya tahun ini oleh penggantinya, Abelardo de la Espriella.

Kolombia juga menjadi negara kedua setelah Amerika Serikat yang mengakui kedaulatan Israel di Dataran Tinggi Golan, wilayah Suriah yang diakui komunitas internasional berada di bawah penjajahan Israel.

KEYWORD :

Kedubes Kolombia Israel Kolombia Negara Arab Tel Aviv




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :