Sabtu, 10/10/2026 01:26 WIB

Mengapa Hari Kesehatan Mental Sedunia Diperingati Setiap 10 Oktober?





Setiap tanggal 10 Oktober, masyarakat global secara serentak memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia (World Mental Health Day).

Ilustrasi - Hari Kesehatan Mental Sedunia setiap 10 Oktober (Foto: WILL WARR)

Jakarta, Jurnas.com - Setiap tanggal 10 Oktober, masyarakat global secara serentak memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia (World Mental Health Day).

Peringatan tahunan yang diulas oleh berbagai media nasional dan internasional ini tidak sekadar menjadi tanggal biasa di kalender, melainkan bentuk gerakan masif untuk mendobrak stigma serta memperjuangkan akses kesehatan jiwa bagi semua orang.

Mengutip dari berbagai sumber, pemicu utama dicetuskannya hari peringatan ini adalah keprihatinan mendalam terhadap minimnya perhatian dunia terhadap isu kesehatan jiwa pada akhir abad ke-20.

Pada 10 Oktober 1992, WFMH di bawah kepemimpinan Wakil Sekretaris Jenderal Richard Hunter secara resmi merintis peringatan ini untuk pertama kalinya.

Saat itu, tujuannya sederhana namun krusial: menyebarkan edukasi publik, menggalang advokasi global, serta membuka ruang diskusi terbuka terkait penyakit mental yang kala itu dianggap sangat tabu.

Pada dua tahun pertama penyelenggaraannya, peringatan ini belum memiliki tema spesifik dan lebih berfokus pada siaran krisis kesehatan jiwa global.

Baru pada tahun 1994, atas saran Sekretaris Jenderal WFMH saat itu, Eugene Brody, Hari Kesehatan Mental Sedunia mulai mengusung tema tahunan yang fokus membahas isu-isu spesifik.

Tema pertama yang diangkat saat itu adalah "Improving the Quality of Mental Health Services Throughout the World" yang berfokus pada peningkatan mutu layanan kesehatan jiwa di seluruh belahan bumi.

Dukungan terhadap momentum 10 Oktober semakin menguat ketika Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi menjadikan hari ini sebagai agenda tahunan global.

WHO memanfaatkan jaringan internasionalnya untuk menyebarkan materi edukasi, panduan intervensi medis, hingga mendorong pemerintah di berbagai negara agar menaruh perhatian pada anggaran serta fasilitas kesehatan mental.

Hingga saat ini, penetapan 10 Oktober sebagai peringatan rutin dinilai sangat krusial oleh para pakar kesehatan.

Selain mendobrak prasangka dan prasangka buruk (stigma) terhadap penderita gangguan jiwa, peringatan ini menjadi pengingat berkala bahwa kesejahteraan psikologis merupakan bagian tak terpisahkan dari kesehatan manusia secara menyeluruh.

KEYWORD :

Hari Kesehatan Mental Sedunia 10 Oktober Peringatan Internasional Bulan Oktober




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :