Jum'at, 09/10/2026 17:25 WIB

Asal-Usul Label Strawberry Generation untuk Gen Z





Istilah `generasi stroberi` atau strawberry generation belakangan kian santer diperbincangkan di media sosial saat membahas karakter generasi Z di dunia kerja

Ilustrasi - Gen Z sedang bekerja (Foto: Unsplash/KOBU Agency)

Jakarta, Jurnas.com - Istilah `generasi stroberi` atau strawberry generation belakangan kian santer diperbincangkan di media sosial saat membahas karakter generasi Z di ranah pendidikan maupun lingkungan kerja.

Sebutan tersebut kerap diasosiasikan dengan stereotip anak muda yang tampak berprestasi dan memesona di luar, namun dianggap mudah menyerah saat dihadapkan pada tekanan mental.

Istilah strawberry generation pertama kali dicetuskan di Taiwan pada era 1990-an untuk menggambarkan kelompok generasi muda kelahiran pasca-1981 yang mulai memasuki dunia dewasa.

Masyarakat Taiwan saat itu menggunakan metafora buah stroberi karena karakteristik fisiknya yang tampak ranum, memikat, dan indah dipandang, namun memiliki tekstur lunak yang mudah memar atau hancur saat terinjak.

Analogi ini menggambarkan anak muda yang tumbuh dalam kondisi ekonomi yang lebih mapan dibanding orang tuanya, sehingga tidak terbiasa menghadapi kerasnya tempaan fisik dan sosial.

Generasi stroberi memiliki kelebihan sebagai generasi yang lahir dengan segudang gagasan kreatif dan kecerdasan visual yang luar biasa, meski sebagian rentan mengalami kerapuhan emosional.

Faktor pola asuh orang tua (overparenting) dan keterbukaan informasi di era digital turut membentuk fenomena psikologis tersebut.

Kemudahan fasilitas yang serba instan tanpa melalui proses perjuangan panjang juga kerap membuat anak muda kurang memiliki daya lenting (resilience) ketika ekspektasinya berbenturan dengan realitas dunia kerja.

Selain itu, paparan media sosial yang masif memicu maraknya diagnosis diri mandiri (self-diagnosis) yang berlebihan terhadap isu kesehatan mental.

Meski demikian, masyarakat diingarkan tidak memandang label ini semata-mata sebagai celaan negatif, melainkan sebagai panggilan evaluasi bersama.

Dengan pendampingan mentor yang tepat dan dorongan untuk menggeser mental menumpang (passenger) menjadi mental pengemudi (driver), potensi kreatif generasi ini dinilai mampu membawa transformasi besar bagi masa depan.

KEYWORD :

Strawberry Generation Generasi Stroberi Generasi Z




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :