Rabu, 09/09/2026 14:40 WIB

Kemenhub Kawal Transisi Penerapan Piece Concept Garuda Indonesia





Bagasi dihitung berdasarkan jumlah koli/koper (piece) beserta batas berat maksimal per koper, bukan lagi akumulasi total berat keseluruhan.

Maskapai Garuda Indonesia. Foto: dok.jurnas

JAKARTA, Jurnas.com - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan terus memonitor masa transisi penerapan kebijakan bagasi Piece Concept oleh PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk untuk tiket yang diterbitkan mulai 1 September 2026 untuk memastikan implementasinya berlangsung tertib, transparan, dan tetap mengedepankan pemenuhan hak konsumen.

Piece concept adalah aturan baru penghitungan bagasi tercatat (checked baggage) yang diterapkan oleh Garuda Indonesia untuk tiket yang dibeli mulai 1 September 2026. Bagasi dihitung berdasarkan jumlah koli/koper (piece) beserta batas berat maksimal per koper, bukan lagi akumulasi total berat keseluruhan seperti weight concept.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa mengatakan, masa transisi ini merupakan fase penerapan awal yang akan dievaluasi secara bertahap.

"Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan terus mencermati pelaksanaannya, termasuk menampung dan mengevaluasi feedback serta aspirasi masyarakat sebagai bagian dari penyempurnaan layanan," kata Lukman melalui keterangannya, Rabu (9/9/2026).

Garuda Indonesia juga diminta menyampaikan laporan evaluasi secara berkala kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara sebagai bahan pemantauan dan evaluasi lebih lanjut.

"Garuda Indonesia turut diminta melanjutkan dan mengintensifkan edukasi kepada penumpang yang telah dilaksanakan sejak pertengahan tahun ini. Informasi mengenai jumlah koli, berat dan dimensi bagasi, serta mekanisme penanganan di bandara harus disampaikan secara jelas, konsisten, transparan, dan mudah dipahami," kata Lukman.

Menurut Lukman, Piece Concept merupakan salah satu skema pengelolaan bagasi yang telah diterapkan dalam praktik penerbangan internasional. 

"Namun, implementasinya di Indonesia tetap perlu diselaraskan dengan karakteristik pengguna jasa dan kesiapan ekosistem penerbangan nasional," ujarnya.

KEYWORD :

Piece concept Garuda Indonesia Lukman F Laisa




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :