Rabu, 09/09/2026 02:41 WIB

Ini Alasan Mengapa Falcon Putih Bisa Dihargai Setara dengan Supercar





Dunia lelang internasional baru-baru ini dihebohkan oleh penjualan seekor burung Falcon Putih (Gyrfalcon) yang menembus harga fantastis.

Ilustrasi - Burung Falcon Putih yang mempunyai nilai sangat mahal (Foto: AFP)

Jakarta, Jurnas.com - Dunia lelang internasional baru-baru ini dihebohkan oleh penjualan seekor burung Falcon Putih (Gyrfalcon) yang menembus harga fantastis 2,1 Juta Dollar atau sekitar Rp6,7 miliar.

Ajang International Hunting and Equestrian Exhibition (ADIHEX) di Abu Dhabi menjadi saksi bagaimana pemandangan satwa pemangsa eksotis ini memikat para kolektor kelas dunia.

Namun, di balik nilainya yang setara dengan mobil supercar mewah, burung elang/falcon putih menyimpan keistimewaan biologi, budaya, dan sejarah panjang yang menjadikannya sangat bernilai tinggi.

Burung yang sering disebut sebagai Gyrfalcon (Falco rusticolus) ini merupakan spesies terbesar dari keluarga falcon di dunia. Habitat aslinya membentang di wilayah Arktik yang sangat dingin, seperti pantai berbatu dan tundra di utara Amerika Utara, Greenland, dan Eurasia.

Warna bulu murni putih (Gyr Ultra White) adalah variasi genetik yang paling langka di alam liar.

Warna putih salju ini berevolusi sebagai bentuk penyamaran alami (kamuflase) saat mereka berburu di tengah lanskap es Arktik. Keindahan bulu dominan putih inilah yang menjadikan harga jualnya melambung tinggi di pasar pembiakan eksklusif.

Di balik penampilannya yang anggun, falcon putih adalah pemangsa puncak yang sangat tangguh:

Kecepatan Tinggi: Dalam posisi menukik tajam (stoop), falcon sanggup meluncur dengan kecepatan melebihi 200-300 km/jam untuk menyergap mangsa.

Kekuatan Fisik: Dibandingkan spesies elang pemangsa lain, Gyrfalcon memiliki bentang sayap mencapai 1,3 meter dengan otot dada yang sangat kuat untuk menerjang angin kencang di wilayah kutub.

Penglihatan Tajam: Mata burung falcon dirancang dengan resolusi penglihatan jauh lebih tajam dibanding manusia, memungkinkan mereka mengunci target kecil dari jarak ratusan meter di udara.

Harga miliaran rupiah untuk seekor falcon bukan hal baru di kawasan Teluk, khususnya Uni Emirat Arab dan Arab Saudi.

Bagi masyarakat Timur Tengah, seni berburu dengan burung pemangsa atau Falconry (Al-Qasdad) adalah warisan budaya leluhur yang diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda.

Pada masa lalu, elang digunakan masyarakat Beduin untuk bertahan hidup dengan berburu di gurun. Kini, kepemilikan falcon putih murni menjadi simbol status sosial tinggi, prestise, serta penghormatan terhadap tradisi.

Burung-burung ini dirawat di rumah sakit khusus bertaraf bintang lima, memiliki paspor perjalanan internasional sendiri, dan dilatih untuk ajang balap burung (falcon racing) yang bergengsi di kawasan Arab.

KEYWORD :

Falcon Putih Burung Termahal Arab Saudi Abu Dhabi Jenis Burung




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :