Rabu, 09/09/2026 02:48 WIB

Enam Penyebab Orang Bisa Mengalami Amnesia





Berikut adalah berbagai faktor penyebab utama seseorang dapat mengalami amnesia, baik bersifat sementara maupun permanen.

Program Makan Bergizi Gratis atau MBG, salah satu siswa keracunan dan mengalami amnesia (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Kasus dugaan keracunan makanan yang menimpa Febiola Beru Purba (16), seorang siswi SMK Swasta Bersama Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, menjadi sorotan publik.

Pasalnya, usai mengonsumsi menu program Makanan Bergizi Gratis (MBG), korban mengalami gejala medis tak biasa mulai dari pusing, kejang-kejang, hingga dugaan amnesia atau kehilangan ingatan.

Fenomena gangguan ingatan berat usai keracunan kerap memicu pertanyaan publik. Secara medis, amnesia terjadi akibat kerusakan atau gangguan pada sistem limbik di otak, khususnya area hipokampus yang berfungsi memproses dan menyimpan memori.

Berikut adalah berbagai faktor penyebab utama seseorang dapat mengalami amnesia, baik bersifat sementara maupun permanen:

1. Keracunan Zat Kimia dan Racun Saraf (Neurotoksin)

Paparan racun dari bakteri (seperti Clostridium botulinum), racun makanan, pestisida, atau karbon monoksida dapat mengganggu aliran oksigen dan pasokan darah ke otak (hipoksia).

Ketika sel-sel di area hipokampus kekurangan oksigen atau teroksidasi oleh racun, fungsi memori dapat terganggu secara mendadak.

2. Kejang Berat dan Penurunan Kesadaran

Kejang berulang atau berdurasi lama (status epileptikus) dapat mengganggu aktivitas listrik di otak secara masif. Kondisi ini sering kali memicu transient epileptic amnesia atau hilangnya ingatan pascakejang karena otak mengalami masa pemulihan akibat kejutan listrik saraf.

3. Cedera Kepala Traumatik

Benturan keras pada kepala akibat kecelakaan atau benturan fisik dapat merusak jaringan otak secara langsung. Kondisi ini umumnya memicu amnesia anterograd (kesulitan membentuk ingatan baru) atau amnesia retrograd (lupa kejadian sebelum cedera).

4. Infeksi dan Peradangan Otak

Infeksi virus maupun bakteri yang memicu peradangan pada otak (ensefalitis) atau selaput otak (meningitis) dapat merusak sel-sel saraf yang menyimpan ingatan.

5. Stroke dan Gangguan Pembuluh Darah Otak

Penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah di otak dapat memutuskan suplai darah ke pusat memori. Jika area talamus atau hipokampus terdampak, ingatan penderita bisa terganggu secara signifikan.

6. Trauma Psikologis Berat (Amnesia Disosiatif)

Tidak hanya faktor fisik, stres atau trauma emosional yang luar biasa hebat dapat memicu otak untuk "menghapus" atau memblokir ingatan tertentu sebagai mekanisme pertahanan diri terhadap rasa trauma.

KEYWORD :

Program MBG Keracunan Makanan Siswa SMK Hilang Ingatan Makan MBG




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :