Program Makan Bergizi Gratis atau MBG, salah satu siswa keracunan dan mengalami amnesia (Foto: Ist)
Jakarta, Jurnas.com - Kasus dugaan keracunan makanan yang menimpa Febiola Beru Purba (16), seorang siswi SMK Swasta Bersama Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, menjadi sorotan publik.
Pasalnya, usai mengonsumsi menu program Makanan Bergizi Gratis (MBG), korban mengalami gejala medis tak biasa mulai dari pusing, kejang-kejang, hingga dugaan amnesia atau kehilangan ingatan.
Fenomena gangguan ingatan berat usai keracunan kerap memicu pertanyaan publik. Secara medis, amnesia terjadi akibat kerusakan atau gangguan pada sistem limbik di otak, khususnya area hipokampus yang berfungsi memproses dan menyimpan memori.
Apakah Keracunan Makanan Bisa Bikin Amnesia?
Berikut adalah berbagai faktor penyebab utama seseorang dapat mengalami amnesia, baik bersifat sementara maupun permanen:
1. Keracunan Zat Kimia dan Racun Saraf (Neurotoksin)
Paparan racun dari bakteri (seperti Clostridium botulinum), racun makanan, pestisida, atau karbon monoksida dapat mengganggu aliran oksigen dan pasokan darah ke otak (hipoksia).
Ketika sel-sel di area hipokampus kekurangan oksigen atau teroksidasi oleh racun, fungsi memori dapat terganggu secara mendadak.
2. Kejang Berat dan Penurunan Kesadaran
Kejang berulang atau berdurasi lama (status epileptikus) dapat mengganggu aktivitas listrik di otak secara masif. Kondisi ini sering kali memicu transient epileptic amnesia atau hilangnya ingatan pascakejang karena otak mengalami masa pemulihan akibat kejutan listrik saraf.
3. Cedera Kepala Traumatik
Benturan keras pada kepala akibat kecelakaan atau benturan fisik dapat merusak jaringan otak secara langsung. Kondisi ini umumnya memicu amnesia anterograd (kesulitan membentuk ingatan baru) atau amnesia retrograd (lupa kejadian sebelum cedera).
4. Infeksi dan Peradangan Otak
Infeksi virus maupun bakteri yang memicu peradangan pada otak (ensefalitis) atau selaput otak (meningitis) dapat merusak sel-sel saraf yang menyimpan ingatan.
5. Stroke dan Gangguan Pembuluh Darah Otak
Penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah di otak dapat memutuskan suplai darah ke pusat memori. Jika area talamus atau hipokampus terdampak, ingatan penderita bisa terganggu secara signifikan.
6. Trauma Psikologis Berat (Amnesia Disosiatif)
Tidak hanya faktor fisik, stres atau trauma emosional yang luar biasa hebat dapat memicu otak untuk "menghapus" atau memblokir ingatan tertentu sebagai mekanisme pertahanan diri terhadap rasa trauma.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Program MBG Keracunan Makanan Siswa SMK Hilang Ingatan Makan MBG



















