Kamis, 13/08/2026 21:31 WIB

UT Dorong Peningkatan UMKM Mahasiswa Lewat Inkubator Bisnis





Universitas Terbuka (UT) mendorong peningkatan jumlah mahasiswa yang bergerak di bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui inkubator bisnis.

Kegiatan International Seminar on Business, Economics, Social Science, and Technology (ISBEST) 2026 di kampus UT pusat (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Universitas Terbuka (UT) mendorong peningkatan jumlah mahasiswa yang bergerak di bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui inkubator bisnis.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Rektor UT Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Rahmat Budiman, dalam kegiatan International Seminar on Business, Economics, Social Science, and Technology (ISBEST) 2026, di UTCC, Kampus UT Pusat, Tangerang Selatan pada Kamis (13/8).

Dia menuturkan bahwa jumlah mahasiswa UT tercatat hampir 1 juta orang. Dan dari jumlah tersebut, 87 persen mahasiswa merupakan para pekerja.

"Dari mereka banyak juga para pelaku UMKM. Dan dengan International Seminar on Business, Economics, Social Science, and Technology (ISBEST) 2026, mereka bisa belajar mengembangkan dan jejaring usaha," ujar Rahmat.

Prof. Rahmat mengatakan bahwa pihak kampus setiap tahun rutin melakukan pendampingan, dan memberikan bantuan pendanaan bagi mahasiswa pelaku UMKM. Dia berharap hadirnya laboratorium inkubator bisnis dapat meningkatkan kompetensi dosen hingga mahasiswa terkait UMKM.

"Kami siap menjadi pelopor bahwa perguruan tinggi tidak menjadi penyumbang angka pengangguran, tetapi dengan kompetensi lulusan siap membuka banyak lapangan pekerjaan," ujar dia.

Deputi Bidang Kewirausahan, Kementerian UMKM M. Riza Adha Damanik dalam kesempatan yang sama mengatakan, dengan jumlah mahasiswa saat ini, UT memiliki potensi besar menciptakan lulusan unggul, serta lapangan pekerjaan.

Dia menekankan bahwa potensi tersebut menjadi modal untuk mengembangkan kewirausahaan nasional. Apalagi Presiden Prabowo Subianto telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 38/ 2026 Tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional.

"Sehingga bisa menciptakan perekonomian baru dan meningkatkan pendapatan perkapita kita," ujar Riza.

Riza menambahkan, kerja sama dengan melibatkan inkubator yang menjadi wadah para entrepreneur di perguruan tinggi. Seperti di beberapa negara maju, lahirnya pengusaha sukses dari proses inkubasi secara matang

"Dengan inkubasi yang matang nanti bisa menekan kegagalan produksi para UMKM dan pengusaha muda kita hingga 90 persen. Sehingga ke depan mereka akan lebih produktif," dia menambahkan.

Diketahui, ISBEST 2026 menjadi ruang dialog untuk membahas bagaimana keberlanjutan, transformasi digital, dan pertumbuhan inklusif dapat menjadi fondasi dalam menghadapi lanskap ekonomi yang semakin kompleks. Salah satu perhatian dalam forum tersebut adalah penguatan UMKM sebagai bagian penting dari ketahanan ekonomi.

Di tengah perubahan rantai pasok, pergeseran perilaku konsumen, perkembangan teknologi, dan dinamika perdagangan, UMKM tidak cukup hanya memiliki kemampuan untuk bertahan, tetapi juga perlu beradaptasi, berinovasi, dan menemukan ruang untuk tumbuh.

KEYWORD :

Universitas Terbuka Inkubator Bisnis UMKM Mahasiswa




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :