Minggu, 27/09/2026 16:41 WIB

Muzani Resmikan Mess MPR Bandung, Bangunan Cagar Budaya Dipugar





Karena ini adalah cagar budaya, renovasinya tidak bisa dilakukan sembarang. Ada material tertentu yang harus disesuaikan dengan kebutuhan material cagar budaya.

Ketua MPR RI, Ahmad Muzani. (Foto: Ist)

Bandung, Jurnas.com - Ketua MPR RI Ahmad Muzani meresmikan Mess MPR RI di Jalan Diponegoro, Bandung, Jawa Barat, Minggu (27/9). Bangunan yang berstatus cagar budaya tersebut kini kembali digunakan setelah menjalani proses pemulihan pascakebakaran dan kerusuhan.

Muzani mengatakan, pemugaran Mess MPR tidak sekadar mengembalikan fungsi bangunan sebagai fasilitas kelembagaan. Proses tersebut juga menjadi bagian dari upaya mempertahankan bangunan bersejarah yang menjadi salah satu warisan arsitektur Kota Bandung.

Menurut Muzani, proses renovasi dilakukan dengan perhatian khusus karena bangunan tersebut memiliki status sebagai cagar budaya. Karena itu, pengerjaan tidak bisa dilakukan seperti renovasi bangunan pada umumnya.

“Karena ini adalah cagar budaya, renovasinya tidak bisa dilakukan sembarang. Ada material tertentu yang harus disesuaikan dengan kebutuhan material cagar budaya,” ujar Muzani saat peresmian Mess MPR RI di Bandung.

Dia mengungkapkan, pemulihan bangunan tersebut mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sejak peristiwa kebakaran terjadi. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bahkan sempat menyatakan kesiapan membantu proses renovasi apabila MPR terkendala anggaran.

“Ketika itu saya ingat betul, Pak Gubernur bertindak cepat untuk segera memulihkan mess ini. Bahkan waktu itu mengatakan kepada kami, Ketua MPR, kalau MPR tidak punya anggaran, biar Pemprov yang akan melakukan renovasi,” katanya.

Muzani kemudian berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum. Proses pemulihan selanjutnya ditangani pemerintah melalui kementerian tersebut dengan tetap memperhatikan ketentuan pemugaran bangunan cagar budaya.

Dia mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Cipta Karya Provinsi Jawa Barat dalam menyelesaikan pemugaran tersebut.

Muzani mengaku sempat melihat langsung proses renovasi. Menurutnya, pekerjaan berjalan lancar hingga akhirnya karakter bangunan dapat dikembalikan mendekati bentuk awalnya.

“Saya sempat meninjau dalam proses renovasi ini. Tidak ada hambatan, tidak ada masalah. Dan tadi saya berbisik dengan Pak Taufik dan Pak Gubernur, wisma ini sekarang begitu kembali kepada aslinya seperti tahun 1930, memang indah sekali,” tuturnya.

Lebih lanjut, Muzani berharap Mess MPR yang telah dipulihkan tidak hanya menjadi tempat pendukung aktivitas internal lembaga. Fasilitas tersebut juga diharapkan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan kemasyarakatan dan menyerap aspirasi masyarakat.

“Nantinya gedung ini bisa dimanfaatkan bagi proses kegiatan kemasyarakatan, penyerapan aspirasi MPR terhadap masyarakat dan kegiatan-kegiatan MPR sendiri,” ujarnya.

Menurut Muzani, keberadaan Mess MPR di Bandung juga memiliki nilai strategis. Kemudahan akses antara Bandung dan Jakarta memungkinkan fasilitas tersebut digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan kelembagaan dan interaksi dengan masyarakat.

Dia juga menilai keberadaan bangunan heritage merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari identitas Kota Bandung. Pemulihan Mess MPR, kata Muzani, ikut menjaga warisan sejarah dan arsitektur kota.

“Inilah Kota Bandung yang banyak dipenuhi banyak bangunan heritage. Kalau ke Bandung itu semuanya indah, bangunannya indah, udaranya indah,” katanya.

Muzani turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung proses pemulihan, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Kebudayaan, Pemprov Jawa Barat, serta jajaran MPR RI.

“Mudah-mudahan gedung ini bisa memberi manfaat yang lebih besar lagi bagi perkembangan ketatanegaraan kita,” pungkasnya.

 

 

 

KEYWORD :

Ketua MPR Ahmad Muzani Mess MPR cagar budaya Kementerian Pekerjaan Umum




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :