Minggu, 27/09/2026 12:51 WIB

Resmi Dibuka, Perpustakaan Danantara Simpan 8.000 Koleksi Langka





Resmi Dibuka, Perpustakaan Danantara Simpan 8.000 Koleksi Langka

Perpustakaan Danantara. (Foto: antaranews.com)

Jakarta, Jurnas.com - Danantara Indonesia Trust bekerja sama dengan Museum dan Cagar Budaya serta Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) resmi meresmikan Perpustakaan Danantara di Gedung B Lantai 2 Museum Nasional Indonesia, Jakarta. Kehadiran perpustakaan ini tidak hanya dirancang sebagai ruang baca publik, tetapi juga diproyeksikan menjadi pusat pembelajaran dan riset mengenai sejarah serta budaya Indonesia.

Perpustakaan yang mengusung konsep Open Access Knowledge Hub ini menghubungkan elemen budaya, pendidikan, dan pembelajaran publik. Inisiatif tersebut merupakan bagian dari mandat Danantara Indonesia Trust di bidang pendidikan dan kebudayaan untuk menyediakan akses pengetahuan yang inklusif serta relevan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Ketua Danantara Indonesia Trust, Nuraini Razak, menyampaikan bahwa ruang belajar semacam ini krusial untuk memperluas kesempatan generasi muda dalam mendalami ilmu pengetahuan sekaligus memahami identitas budaya bangsa.

"Danantara Indonesia Trust memberikan hibah ke Museum dan Cagar Budaya untuk pembangunan perpustakaan ini. Kami mempunyai tiga fokus pilar, yaitu kesehatan, pendidikan, dan salah satunya kebudayaan, juga air sanitasi dan kesehatan," kata Nuraini saat memberikan keterangan dalam program Metro Siang Metro TV, Sabtu (26/9/2026).

Menyimpan Koleksi Langka hingga Arsip Era Kolonial

Perpustakaan Danantara mengoleksi lebih dari 8.000 buku yang mencakup literatur kebudayaan Indonesia maupun internasional, hikayat sastra lama, hingga inventaris museum. Di antaranya terdapat buku-buku langka dan dokumen bersejarah tinggi, seperti arsip terbitan Bataviaasch Genootschap dari era kolonial hingga naskah kuno Serat Centhini.

Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon, berharap keberadaan Perpustakaan Danantara dapat terus berkembang menjadi pusat riset dengan koleksi-koleksi eksklusif yang sulit ditemukan di tempat lain.

"Karena museum ini berdiri pada 1778. Jadi ini termasuk museum yang paling tua di wilayah Asia Tenggara," tutur Fadli Zon menekankan pentingnya histori situs tersebut.

Pembatasan Akses dan Penelusuran Digital

Untuk mempermudah pencarian koleksi, perpustakaan ini telah dilengkapi dengan sistem Senayan Library Management System (SLiMS) serta Online Public Access Catalog (OPAC) yang memungkinkan pengunjung menelusuri katalog secara digital.

Kendati terbuka untuk umum, pengelola menerapkan aturan khusus mengingat banyaknya dokumen bersejarah dan berharga tinggi. Akses kunjungan diatur dalam beberapa sesi per jam dengan kapasitas terbatas, yakni 18 hingga 20 orang per sesi. Seluruh koleksi buku hanya diperbolehkan untuk dibaca di tempat (read-in-site) dan tidak disewakan atau dibawa pulang.

Melalui peresmian ini, Perpustakaan Danantara diharapkan mampu memperkuat peran Museum Nasional Indonesia sebagai ruang pengetahuan budaya, sekaligus mendukung fungsi pelestarian dan pemanfaatan warisan budaya bagi masyarakat luas.

KEYWORD :

Danantara Indonesia Nuraini Razak Perpustakaan Danantara




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :