Ilustrasi - Hari Pariwisata Sedunia setiap 27 September, ini sejarahnya (Foto: Kementerian Pariwisata)
Jakarta, Jurnas.com - Setiap tanggal 27 September, masyarakat di seluruh belahan bumi memperingati Hari Pariwisata Sedunia atau World Tourism Day.
Peringatan global ini bukan sekadar momentum tahunan untuk merayakan liburan, melainkan sebuah seruan untuk menyadari betapa pentingnya sektor pariwisata bagi kehidupan sosial, budaya, politik, dan ekonomi dunia.
Namun, pernahkah Anda bertanya-tapa mengapa tanggal 27 September yang dipilih sebagai hari perayaan tersebut?
Sejarah penetapan Hari Pariwisata Sedunia bermula dari Organisasi Pariwisata Dunia PBB (World Tourism Organization atau UNWTO).
Pada Sidang Majelis Umum UNWTO ke-3 yang berlangsung di Torremolinos, Spanyol pada September 1979, lembaga tersebut memutuskan untuk menetapkan satu hari khusus sebagai Hari Pariwisata Sedunia.
Perayaan pertama secara resmi mulai digelar pada tanggal 27 September 1980. Tokoh penting di balik gagasan perayaan ini adalah Ignatius Amadouwa Atigbi, seorang warga negara Nigeria yang pertama kali mengusulkan ide tersebut untuk mengangkat pemahaman masyarakat global tentang nilai pariwisata.
Alasan utama di balik pemilihan tanggal 27 September adalah untuk memperingati salah satu tonggak sejarah terpenting dalam industri pariwisata internasional. Pada tanggal 27 September 1970, Anggaran Dasar (Statutes) UNWTO secara resmi diadopsi.
Pengadopsian anggaran dasar tersebut dianggap sebagai langkah awal lahirnya tata kelola pariwisata global yang terstruktur.
Oleh karena itu, tanggal tersebut dipilih untuk mengabadikan momen bersejarah yang membuka jalan bagi berdirinya UNWTO sebagai badan khusus PBB di bidang pariwisata.
Selain alasan historis, penetapan tanggal 27 September juga memiliki relevansi strategis dari segi geografi dan tren perjalanan internasional.
Bulan September menandai titik balik musim di kedua belahan bumi:
Belahan Bumi Utara: Tanggal ini menandai berakhirnya musim liburan puncak (high season) musim panas dan dimulainya musim gugur.
Belahan Bumi Selatan: Tanggal ini menjadi penanda awal masuknya musim semi dan dimulainya geliat pergerakan wisatawan.
Waktu tersebut dinilai paling tepat karena berada di transisi musim, di mana ingatan masyarakat dunia tentang pariwisata masih sangat segar, sekaligus mempersiapkan gelombang perjalanan baru di belahan bumi lainnya.
Dilansir dari berbagai sumber, tujuan utama dari Hari Pariwisata Sedunia adalah untuk meningkatkan kesadaran komunitas internasional akan peran pariwisata dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals atau SDGs).
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Hari Pariwisata Sedunia 27 September Peringatan Internasional Bulan September








