Jum'at, 25/09/2026 00:51 WIB

Hari Mimpi Sedunia Setiap 25 September, Ini Sejarah dan Maknanya





Setiap tanggal 25 September, masyarakat internasional merayakan Hari Mimpi Sedunia atau World Dream Day.

Ilustrasi - Hari Mimpi Sedunia setiap 25 September (Foto: Freepik)

Jakarta, Jurnas.com - Setiap tanggal 25 September, masyarakat internasional merayakan Hari Mimpi Sedunia atau World Dream Day.

Peringatan ini hadir sebagai gerakan global yang mengajak individu, komunitas, serta organisasi untuk berhenti sejenak, merenungkan cita-cita, dan mengambil langkah konkret demi mewujudkan perubahan positif di dunia.

Inisiatif peringatan ini pertama kali digagas pada tahun 2012 oleh Ozioma Egwuonwu, seorang pakar transformasi strategi dan dosen di Universitas Columbia.

Berawal dari keinginan untuk memberikan dorongan moral di tengah berbagai tantangan global, gerakan ini dirancang sebagai wadah bagi siapa saja untuk memberdayakan potensi diri dan saling mendukung ide-ide kreatif yang berdampak sosial.

Berbeda dari sekadar bunga tidur, konsep "mimpi" dalam peringatan ini merujuk pada aspirasi, visi masa depan, dan inovasi yang dimiliki seseorang.

Sepanjang perayaannya, berbagai seminar, lokakarya, dan diskusi edukatif digelar secara daring maupun luring di berbagai negara untuk membantu peserta menyusun strategi pencapaian tujuan pribadi hingga agenda pemberdayaan lingkungan sekitar.

Peringatan Hari Mimpi Sedunia menekankan pentingnya kolaborasi dalam mengejar tujuan bersama, seperti isu keberlanjutan lingkungan, inklusi sosial, hingga peningkatan kualitas pendidikan.

Melalui momentum ini, publik diingatkan bahwa setiap pencapaian besar yang ada saat ini selalu bermula dari sebuah gagasan sederhana yang diperjuangkan secara konsisten.

KEYWORD :

Hari Mimpi Sedunia 25 September Peringatan Internasional Bulan September




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :