Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli (Foto: Ist)
Jakarta, Jurnas.com - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan transformasi digital termasuk perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan dinamika industri menjadi momentum untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul yang adaptif.
Menaker menilai momentum tersebut juga diharapkan bisa dimanfaatkan dengan baik agar SDM Indonesia memiliki keterampilan yang relevan, dan mampu menjawab kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang.“Pesan saya yang pertama adalah perubahan teknologi saat ini banyak mengubah hal di industri, tapi sebenarnya bukan menghilangkan profesinya, melainkan menghilangkan cara bekerjanya,” kata Yassierli dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (9/7).
Lebih lanjut, ia menjelaskan tantangan ketenagakerjaan kini tidak lagi sebatas menyediakan lapangan pekerjaan.
Menaker menilai pemerintah juga harus memastikan angkatan kerja memiliki kemampuan selaras dengan perkembangan teknologi sehingga mampu memenuhi kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Untuk menjawab tantangan tersebut, ia mengatakan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus memperkuat pelatihan vokasi melalui program upskilling dan reskilling, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap berbagai layanan ketenagakerjaan.
“Saya bertanggung jawab mulai dari penyiapan angkatan kerja, mereka mencari kerja di industri, sampai kemudian mengantarkan mereka selesai bekerja. Itu adalah ekosistem yang harus kita bangun bersama,” ujar Yassierli.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui platform SIAPkerja yang mengintegrasikan layanan pelatihan, sertifikasi kompetensi, informasi lowongan kerja, hingga program magang dalam satu ekosistem digital.
Selain itu, Kemnaker juga memperluas Program Magang Nasional dengan target 150 ribu peserta agar semakin banyak calon tenaga kerja memperoleh pengalaman kerja sekaligus meningkatkan keterampilannya.
Langkah itu, ujar Yassierli, dinilai penting karena perkembangan AI, transformasi digital, dan ekonomi hijau (green economy) terus mengubah kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor.
“Kondisi ini menuntut setiap pekerja untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan agar tetap mampu bersaing,” katanya.
Di sisi lain, Yassierli menilai perguruan tinggi perlu lebih cepat menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan industri.
“Lulusan tidak cukup hanya dibekali pengetahuan akademik, tetapi juga keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. “Saat ini industri semakin mengutamakan keterampilan. Yang dinilai bukan hanya ijazah, tetapi apa yang benar-benar mampu dikerjakan oleh seseorang,” imbuhnya.
Oleh karena itu, Menaker Yassierli mengajak generasi muda untuk mulai mempersiapkan karier sejak masih menempuh pendidikan.
“Pengalaman magang, pelatihan, sertifikasi kompetensi, kegiatan organisasi, hingga portofolio dinilai menjadi bekal penting untuk meningkatkan daya saing saat memasuki dunia kerja,” ujarnya. (Ant)
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Menteri Ketenagakerjaan Menaker Yassierli Transformasi Digital SDM Unggul Adaptif























