Sere Pasaribu, mahasiswi Program Musik UIC College, telah merilis lima lagu dan terlibat dalam proyek soundtrack film. (Foto: Jurnas/Ist).
Jakarta, Jurnas.com - Di tengah persaingan industri musik yang semakin ketat, seorang mahasiswi Indonesia membuktikan bahwa usia dan status sebagai mahasiswa bukan penghalang untuk menembus panggung profesional. Sere Pasaribu, mahasiswi Program Musik UIC College, telah merilis lima lagu dan terlibat dalam proyek soundtrack film bahkan sebelum lulus kuliah. Perjalanan tersebut ia rangkum dalam Senior Vocal Recital bertajuk To Love, To Lose, To Learn yang digelar di Balai Resital Kertanegara, Jakarta, pada Jumat (12/06/2026).
Melalui lima babak bertajuk Naive, Heartbreak, Return, Reblooming, dan Bittersweet, penonton diajak menyusuri perjalanan emosional tentang cinta, kehilangan, hingga proses menemukan makna dan pertumbuhan dari setiap pengalaman hidup.
Bagi Sere, resital ini bukan sekadar pertunjukan musik. Baginya, panggung tersebut menjadi ruang untuk merefleksikan pengalaman-pengalaman yang membentuk dirinya, baik sebagai individu maupun musisi muda.
“Setiap orang pernah mencintai sesuatu, kehilangan sesuatu, lalu belajar dari pengalaman itu. Pengalaman-pengalaman itulah yang saya terjemahkan ke dalam musik dan karya yang saya tulis sendiri. Bagi saya, musik adalah cara untuk memahami dan membagikan pengalaman hidup kepada orang lain. Selama kuliah, saya mendapat banyak kesempatan untuk mengembangkan karya tersebut sekaligus belajar menulis, bereksperimen, dan menemukan identitas artistik saya,” ujar Sere.
Selain itu, Sere juga aktif menghasilkan karya orisinal yang tersedia di berbagai platform streaming termasuk Spotify, Apple Music, dan sebagainya. Lagu-lagu seperti Like I Always Do, Stupid For Loving U, 8 8 18th, Buatku Berarti, dan Mungkin Tak Harus Terjawab merupakan karya yang ia tulis sendiri dan telah dirilis melalui UIC College of Music dan Nayanara Svara.
Tak berhenti di situ, Sere juga terlibat sebagai pengisi vokal soundtrack film Malam 3 Yasinan. Kesempatan tersebut menjadi pengalaman berharga yang mempertemukannya secara langsung dengan standar kerja industri kreatif profesional sejak masih berstatus mahasiswa.
“Terlibat dalam soundtrack film membuat saya melihat dunia musik dari perspektif yang berbeda. Saya merasakan langsung bagaimana sebuah karya lahir dalam lingkungan profesional dengan ekspektasi dan tanggung jawab yang nyata,” ungkapnya.
Hal serupa diungkapkan oleh Irfas, Program Leader Music UIC College. Menurutnya, pendidikan musik saat ini tidak lagi hanya berfokus pada penguasaan teori, tetapi juga pada pengalaman berkarya yang relevan dengan kebutuhan industri.
“Mahasiswa tidak cukup hanya menguasai teori. Mereka harus membangun portofolio, menghasilkan karya, berkolaborasi, dan memahami standar industri sejak awal. Karena itu kami mendorong siswa untuk mulai bekerja melalui proyek-proyek nyata selama masa studi mereka,” jelasnya.
Pendekatan tersebut merupakan bagian dari kurikulum Pearson BTEC asal Inggris yang diterapkan di UIC College. Kurikulum ini menempatkan pengalaman praktik industri sebagai bagian inti dari proses pembelajaran. Melalui program 2+1 UIC College, siswa menempuh dua tahun pertama studi di Indonesia sebelum melanjutkan tahun terakhir di universitas mitra di Inggris. Sebagai bagian dari USG Education Group, UIC College secara konsisten menghadirkan resital sebagai salah satu bentuk penerapan applied learning.
Melalui pendekatan project-based learning dan real-world learning, mahasiswa didorong menghasilkan karya yang relevan dengan kebutuhan industri sekaligus membangun portofolio profesional sejak masa studi. Niluh Komang Aimee Sukesna, Director of Marketing and Student Experience USG Education, mengatakan bahwa perjalanan Sere mencerminkan perubahan yang sedang terjadi dalam pendidikan tinggi kreatif. Hal tersebut sejalan dengan semangat The World is Here yang diusung UIC College.
“Dulu mahasiswa belajar terlebih dahulu lalu bekerja setelah lulus. Hari ini kami melihat semakin banyak mahasiswa yang mulai membangun karier profesional mereka selama masa studi. Ketika pendidikan dirancang untuk mendekatkan mahasiswa pada dunia nyata, hasilnya bukan hanya gelar, tetapi juga karya, pengalaman, dan kesiapan menghadapi industri,” ujarnya.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Sere Pasaribu Musik UIC College merilis lima lagu Buatku Berarti


















