Anggota Komisi III DPR, Gilang Dhielafararez
Jakarta, Jurnas.com – Anggota Komisi III DPR RI Gilang Dhielafararez menilai maraknya aksi begal di perkotaan tidak bisa hanya dipandang sebagai persoalan keamanan semata.
Menurutnya, lonjakan kriminalitas jalanan juga menjadi indikator adanya tekanan sosial-ekonomi dan ketimpangan di masyarakat.
“Kalau penanganannya hanya berfokus pada penangkapan pelaku tanpa memperbaiki akar masalah ekonomi dan ketimpangan sosial, maka siklus kejahatan berpotensi terus berulang,” kata Gilang dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (27/5).
Legislator PDIP itu menegaskan penanganan kejahatan jalanan harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melalui penindakan aparat penegak hukum.
Ia mendorong pemerintah dan aparat keamanan memperkuat langkah pencegahan melalui pembenahan infrastruktur keamanan publik, seperti penerangan jalan umum dan pemasangan CCTV di titik-titik rawan kriminalitas.
“Patroli rutin yang masif khususnya di titik-titik rawan, hingga memberantas jaringan kelompok begal juga harus dilakukan secara serius,” ujarnya.
Gilang juga menyoroti keberadaan pasar penadah barang curian yang dinilai turut memperbesar peluang terjadinya aksi kriminal di jalanan. Menurut dia, rantai kejahatan tidak akan terputus apabila penadah masih bebas beroperasi.
Ia mengungkapkan, keresahan masyarakat terhadap aksi begal semakin meningkat seiring banyaknya pengalaman warga yang menjadi korban dan ramai dibagikan di media sosial. Bahkan, muncul berbagai tips untuk menghindari aksi kejahatan tersebut.
“Begal saat ini semakin nekat dan terang-terangan. Ada video viral yang menunjukkan pelaku membawa senjata tajam hingga diduga senjata api untuk mengintimidasi korban,” katanya.
Legislator dari daerah pemilihan Jawa Tengah II itu juga menyinggung kasus begal yang disebut beraksi hingga ratusan kali dalam beberapa bulan terakhir. Menurutnya, hal itu menunjukkan masih adanya celah serius dalam deteksi dini dan pemetaan pelaku kejahatan.
“Faktor ini harusnya mendapat intervensi penanganan,” ucapnya.
Di sisi lain, Gilang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di jalan. Ia meminta warga terus memantau informasi mengenai modus-modus kejahatan begal agar dapat menghindari situasi berbahaya dan segera mencari pertolongan.
Ia menyarankan masyarakat menghindari jalanan sepi atau minim penerangan, terutama pada malam hari, serta mempertimbangkan membawa alat perlindungan diri seperti pepper spray.
“Terutama di wilayah yang dianggap zona merah seperti Jakarta Barat yang sampai dijuluki ‘Gotham City’ oleh netizen,” katanya.
Meski demikian, Gilang mengingatkan agar masyarakat tetap mengutamakan keselamatan diri apabila berada dalam situasi terancam.
“Saat berada dalam situasi terdesak dan nyawa terancam, tetap utamakan keselamatan diri,” tandasnya.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Warta DPR Komisi III Gilang Dhielafararez aksi begal tekanan ekonomi Legislator PDIP




















